DUMAI, GORIAU.COM - Terkait insiden terbakarnya kilang operasional PT Pertamina RU II Dumai Minggu (24/11/2013) malam Humas PT Pertamina Yefrizon dinilai telah melakukan pembohongan publik. Dimana sebelumnya dirinya menyebutkan bahwa tiga orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut hanya mengalami luka ringan.


Sementara korban yang menjadi korban hingga hari ini Kamis (28/11/2013) ketiga korban masih merintih perih. Panji Dimas, salah satunya masih terdengar di Ruang Mess Pertamina Hospital Dumai (PHD) Bukit Datuk. Mitra Kerja Turn Around (TA) itu menderita luka bakar setelah insiden kebakaran di Area Unibond 211 Kilang Pertamina Dumai, Minggu (24/11) malam kemarin.


Pria yang baru empat hari bekerja lepas di TA Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) II Dumai, hanya terbaring lemah di kasur. Tangan kanan Panji tampak dibalut perban, ia pun tampak sulit bergerak.


Bagian pipi kanan Panji juga diperban. Raut wajahnya memperlihatkan mimik seperti orang sedang kesakitan. Selain Panji, di ruang mess tampak rekan kerja Panji yakni Harry. Harry mengalami luka ringan tampak berbaring di sebelah Panji. Di kamar berukuran 3x3 meter itu, mereka ditemani beberapa kerabat Panji, termasuk sang ibu.


Namun sang ibu masih tampak terpukul melihat keadaan anaknya pasca kebakaran di Kilang PertaminaRU II Dumai. Saat wartawan menyambangi mess, sepupu Panji Dimas, menyebut bahwa Panji baru dipindahkan ke mess yang berada di area PHD sejak kemarin. Awalnya pria asal Duri itu mendapat perawatan di ruang rawat inap PHD.Namun setelah berada di mess, perawat pun juga rutin memeriksa keadaan pasien luka bakar itu.


Diakui pria yang tidak ingin disebutkan namanya, Panji sempat dirawat di UGD PHD pada malam kejadian. Begitu mendengar kabar, kerabat Panji di Dumai langsung mencari keberadaannya. "Kami langsung menuju PHD, karena mendapat Panji jadi korban kebakaran di kilang," ulasnya.


Perihal kejadian yang dialami sepupunya, ia tidak bisa berkomentar banyak. Maklum Panji sama sekali belum bisa menceritakan kejadian naas Minggu malam itu. Apalagi Panji baru bertugas empat hari di lokasi TA. "Sebelumnya Panji bekerja di Duri, ia baru bekerja di Dumai empat hari," jelasnya.


Saat ini, katanya, keluarga sangat khawatir. Mereka berharap Panji segera pulih dan bisa bekerja kembali. Hal serupa juga dialami Maju Sibarani. Pria yang merupakan mitra kerja rutin Pertamina RU II Dumai hingga kemarin masih dirawat di Ruang Bougenville PHD.


Meski keadaan Sibarani berangsur pulih, tapi tubuh bagian kanannya masih diperban. Terutama di bagian pipi kanan dan punggung bagian kanan. "Beliau sudah berangsur pulih," ulas rekannya, Siagian.


Dihubungi terpisah Public Relation Section Head Pertamina RU II Dumai, Yefrizon menyebut bahwa ketiga korban kebakaran tidak lagi berada di PHD pada Selasa (26/11/2013) kemarin. Padahal ketika wartawan menyambangi PHD Selasa kemarin sore, ketiga korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Pertamina.


Ketika dikonfirmasi perihal keadaan ketiga korban kebakaran, awalnya Yefrizon sempat menolak memberi keterangan. Tapi akhirnya ia pun menyebut bahwa ketiganya sudah pulang ke rumah. Bahkan, ia menyebutkan Panji Dimas dan Harry sudah bekerja. " Dua pekerja TA sudah bisa bekerja," ulas pria berkacamata itu.


Lebih lanjut, kata Yefrizon, perihal biaya perawatan korban kecelakaan kerja itu Pihak Pertamina RU II Dumai sudah menanggungnya. Termasuk bagi mereka yang mengalami rawat jalan.


Terkait hal itu, Ketua Forum Mahasiswa Peduli Duma, Muhammad Adhhari menyebutkan bahwa Pertamina sudah melakukan pembohongan publik dimana pada saat kejadian korban mengalami luka bakar.


"Terlepas ringan atau berat yang namanya orang sakit itu ya sakit, tidak ada istilah ringan atau berat. Oleh karenanya Pertamina harus bertanggung jawab dan pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap kecelakaan kerja tersebut," ujarnya.


Ari, juga mendesak agar Pertamina transparan dalam memberikan informasi karena hal tersebut menyangkut nyawa manusia.(egy)