
RENGAT, GORIAU.COM -Untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) bebas buta aksara, pemerintah Kabupaten Inhu taja sosialisasi magrib mengaji, Kamis (28/11/2013) di Gedung Gerbangsari, Pematang Reba.
Sosialisasi magrib mengaji tersebut mengusung tema, dengan gerakan magrib mengaji, kita ciptakan masyarakat Kabupaten Inhu bebas buta aksara Alquran.
Sosialisasi gerakan magrib mengaji ini dibuka lansung oleh Bupati Inhu H.Yopi Arianto, dihadiri Sekda Inhu, Raja Erisman, Ketua DPRD Inhu, Ahmad Arif Ramli, serta segenap Kepala Satuan Kerja Perangkat (SKPD) dan Kakan Kemenag Inhu.
Yang mana, sosialisasi magrib mengaji ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat dan lembaga pemerintah, diantaranya Kepala KUA se Kabupaten Inhu, Camat se Inhu, UPT. Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu, PGRI, Forum Komunikasi Diniah Takmiliah (FKDT), Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD (K3S), Kepala SMP se Inhu, Kepala MTsN se Inhu, Ketua Mesjid dan Ketua Kelompok Kerja Guru Agama Islam.
Bupati Inhu dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan magrib mengaji ini adalah tanggung jawab kita semua dan bukan saja tanggung jawab pemerintah. Program ini merupakan program yang pertama dikabupaten Inhu, dengan demikian kegiatan ini sangat penting untuk diterapkan di daerah ini, karena bisa mencegah kegiatan yang negatif.
Dijelaskannya, selama dirinya menjabat sebagai kepala daerah, insya allah bangunan tempat ibadah, khususnya mesjid dan mushalah sudah terealisasi semua. Akan tetapi yang sangat disayangkan adalah yang mengisinya cuma sedikit, mohon maaf cuma orang tua tua yang sudah bauk tanah, sedangkan kita sebagai kaum muda yang masih energik kok tidak mau ikut meramaikan masjid atau mushalah yang ada disekitar kita.
Sehingga hal ini merupakan tugas berat kita bersama. Maka dari itu, saya minta agar pihak terkait bisa mensosialisasikan juga acara ini di tengah tengah masyarakat, supaya masyarakat bisa merealisasikan kegiatan magrib mengaji tersebut, dengan ini sekali lagi saya tekankan, agar masyarakat Kabupaten Inhu bisa terbebas dari buta aksara Alquran, tandas BUpati termuda di Riau itu dengan tegas.
Dalam pada itu, Ketua panitia pelaksana acara sosialisasi magrib mengaji, Khusnul Habib dalam sambutannya mengatakan bahwa, acara ini terselenggara berkat adanya bantuan dari pemerintahan daerah Inhu berupa dana hibah yang diberikan kepada FKDT Inhu.
Pada acara tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Inhu, H. Abdul Kadir mengatakan, bahwa sosialisasi ini merupakan sosialisasi yang pertama di kabupaten Inhu, di harapkan dengan adanya acara magrib mengaji ini diharapkan nantinya pada jam-jam magrib tidak ada lagi anak anak yang berkeliaran dan menonton TV di rumah, semuanya mengaji atau membaca Alquran baik itu di rumah-rumah maupun di masjid atau musholah yang ada, sebutnya.
(jef)