TEMBILAHAN – Kasus anemia yang membayangi remaja putri di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sepanjang tahun 2026 memicu kekhawatiran terhadap penurunan konsentrasi belajar hingga risiko stunting dan komplikasi kehamilan di masa depan. Merespons kondisi kesehatan tersebut, pemerintah daerah setempat bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menggalang aksi bersama untuk memastikan setiap pelajar putri rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Langkah pencegahan ini dimatangkan dalam pertemuan lintas sektor yang berlangsung di Aula Hotel Top 5 Tembilahan, Kamis (5/11/2026). Mewakili Bupati Inhil, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Inhil, Muammar Gaddafi, SAg MA menegaskan bahwa penanganan anemia tidak bisa hanya dibebankan ke pundak tenaga medis semata.

"Kita harus menyamakan langkah dan membedah kendala di lapangan. Ini bukan sekadar membagikan obat, melainkan komitmen bersama mencetak generasi Inhil yang bebas stunting," urainya saat membacakan pesan tertulis Bupati Inhil, Herman, SE MT.

Keterlibatan institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga keluarga dinilai sangat dibutuhkan agar program intervensi ini berjalan efektif. Tablet tambah darah yang didistribusikan ke sekolah maupun posyandu harus dipastikan benar-benar diminum oleh para remaja, bukan sekadar disimpan.

Mengambil peran sebagai mitra strategis, Ketua TP-PKK Inhil, Katerina Susanti Herman, SKM SKep MKes menyoroti pentingnya benteng pertama pencegahan yang berada di lingkungan rumah tangga. Kader PKK di tingkat desa dan kelurahan akan diterjunkan untuk mengedukasi para orang tua secara langsung.

"Keluarga adalah pendamping terdekat bagi anak. Kami di TP-PKK akan terus mendorong sosialisasi ini sampai ke pelosok desa, agar remaja kita paham bahwa minum pil tambah darah adalah investasi penting untuk kesehatan mereka sendiri," terang Katerina.

Menurutnya, ketersediaan tablet dari pemerintah harus dibarengi dengan edukasi dan pengawasan ketat. Tanpa kesadaran mandiri dari para remaja dan dukungan penuh orang tua, program penanggulangan anemia akan sulit mencapai target maksimal.

Agenda pembahasan lintas sektor ini turut melibatkan para kepala perangkat daerah, jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, kepala puskesmas se-Inhil, perwakilan rumah sakit, serta koordinator wilayah pendidikan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini diplot untuk mempercepat pembentukan kebiasaan hidup sehat bagi generasi muda di Bumi Sri Gemilang. ***