
PEKANBARU - Upaya percepatan revitalisasi ikon perbelanjaan Pasar Bawah terus dimatangkan agar para pedagang dapat segera kembali beraktivitas. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru telah menetapkan target fungsional selama tiga bulan ke depan kepada pihak mitra pengelola, PT Ali Akbar Sejahtera (AAS), guna merampungkan pengerjaan prioritas di lapangan.
Menyikapi target tersebut, jajaran legislatif mendorong adanya penyelarasan antara kemajuan fisik bangunan dengan kelengkapan perizinan. Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin mengingatkan pentingnya percepatan penyelesaian Detail Engineering Design (DED) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk mendukung langkah kerja pengembang secara optimal.
"Penyelesaian kelengkapan administrasi ini sangat penting agar gerak cepat di lapangan bisa berjalan beriringan dan saling mendukung," sebutnya usai menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru serta perwakilan PT AAS.
Fokus Pemenuhan Kewajiban Bersama
Penerbitan Surat Peringatan Ketiga (SP3) sebelumnya merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dari pemerintah agar pihak perusahaan dapat menggesa pembangunan serta memenuhi kewajiban kontribusinya. Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa PT AAS telah menyetorkan kontribusi tahap awal sekitar Rp700 juta, yang nilainya diproyeksikan terus meningkat setiap tahun hingga mencapai kisaran Rp32 miliar pada akhir masa kerja sama.
Zainal menuturkan, pengelolaan aset daerah senilai lebih dari Rp46 miliar di kawasan tersebut membutuhkan koordinasi yang matang. Oleh sebab itu, Komisi II berencana menggelar pertemuan lanjutan yang akan melibatkan Bagian Kerja Sama, Bagian Hukum, pertanahan, serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
"Kita ingin memastikan seluruh tahapan kontrak, pencatatan aset, hingga perizinan dapat dibahas secara komprehensif dalam satu meja, sehingga tercipta titik temu yang baik antar instansi," urainya.
Progres Fisik Capai 80 Persen
Dari sisi pengembang, perwakilan PT AAS, Veladio Pranajaya menyambut baik masukan dari pemerintah dan legislatif. Ia menyatakan bahwa aktivitas pembangunan kini telah memasuki pekan ketiga pasca-evaluasi. Perusahaan juga berkomitmen merampungkan sisa pembayaran kontribusi kepada kas daerah dalam waktu dekat.
Terkait tenggat waktu fungsional tiga bulan, Veladio memaparkan bahwa target utamanya adalah menyiapkan area agar layak dan aman ditempati pedagang, bukan berarti seluruh penyempurnaan gedung harus tuntas seratus persen dalam periode singkat tersebut.
"Waktu tiga bulan itu difokuskan pada aspek fungsional, agar pedagang bisa segera masuk dan beraktivitas kembali di gedung yang baru," jelasnya.
Saat ini, progres fisik revitalisasi Pasar Bawah terpantau telah menyentuh angka 80 persen dengan pekerjaan interior yang hampir rampung. Tim di lapangan tengah menggesa penyempurnaan instalasi pendingin ruangan (AC) dan kelengkapan fasilitas penunjang lainnya. Walaupun sempat dihadapkan pada penyesuaian desain awal dengan kondisi bangunan eksisting, pihaknya tetap menaruh keyakinan tinggi proses pengerjaan dapat diselesaikan.
"Insya Allah kami menyanggupi dan sangat optimis bisa menyelesaikan amanah revitalisasi Pasar Bawah ini," pungkas Veladio. ***