PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Zulkarnain mengintruksikan jajarannya, dalam hal ini Polresta Pekanbaru untuk segera mengusut insiden penganiayaan, yang memicu kericuhan antara Driver GoJek dan taksi konvensional di depan Mal SKA Pekanbaru, Minggu petang semalam.

Sebagaimana diketahui, menurut kepolisian, kericuhan dipicu lantaran diduga adanya ulah oknum taksi konvensional yang melakukan order/pemesanan terhadap taksi online, yang diduga sengaja dilakukan. Usai itu, mereka lantas bertindak sendiri dengan mengembosi ban, bahkan menganiaya Driver GoJek yang melintas.

Dari rentetan ini, ada sebab akibat sehingga menimbulkan pecahnya bentrokan di depan Mal SKA. Di mana menurut Organda, sembilan taksi rusak atas peristiwa tersebut. Hal ini terjadi karena supir tak terima karena masih adanya keberadaan transportasi online yang beroperasi.

Merunut dari sana, Irjen Zulkarnain pun berharap agar jajarannya segera melakukan pengusutan. "Saya minta Pak Kapolresta cari pelaku penganiayaan itu," terang Jenderal bintang dua tersebut saat diwawancarai Senin (21/8/2017).

Irjen Zulkarnain juga meminta agar seluruh pihak untuk tidak main hakim sendiri. Kendati saat ini transportasi online bermasalah dari perizinan, diharapkan pengemudi taksi konvensional juga bisa menahan diri. "Saya prihatin kondisi itu, saya harap tidak ada main hakim sendiri," terangnya.

Yang jelas, pihaknya (Kepolisian, red) akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dan oknum pelaku kekerasan tentunya terancam dijerat pidana. Demikian ditegaskan Irjen Zulkarnain.

"Secara ketentuan memang sudah saya koordinasikan dengan Polresta Pekanbaru, dari Dinas Perhubungan memang belum mengizinkan operasional kendaraan online, ini agar dapat dipatuhi," himbau Kapolda Riau menyikapinya.

Beralasan memang, karena tentu hal tersebut bisa jadi pemicu pertikaian dengan taksi konvensional yang sudah berizin. "Saya harap taksi online, GoJek dan lainnya, tolong hargai keputusan pemerintah setempat dalam hal ini pemerintah kota Pekanbaru," tutupnya. ***