PEKANBARU - Nasib nahas menimpa Dafa Putra Ramadan (21). Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Riau (Unri) itu ditemukan tidak bernyawa setelah tenggelam di waduk kampus, Jumat (5/6/2026) dini hari.

Wakil Rektor III Unri, Prof DR Hermandra mengatakan, insiden bermula saat korban bersama dua rekannya datang ke lokasi untuk menembak ikan dan menyelam Kamis (4/6/2026) malam.

Abaikan Peringatan Pengelola

Hermandra menjelaskan, pengelola kawasan waduk yang bernama Eko sebelumnya sudah memberikan peringatan tegas. Ketiga mahasiswa tersebut diminta tidak turun ke air sebelum Eko tiba di lokasi pengawasan.

"Pengelola sudah mengingatkan agar jangan dulu turun ke waduk dan menunggu dirinya datang. Namun saat ia tiba sekitar pukul delapan malam, mereka sudah berada di dalam waduk dan melakukan penyelaman," urai Hermandra.

Petaka terjadi ketika salah satu rekan korban, Malik, melaporkan bahwa Dafa tak kunjung muncul ke permukaan. Situasi panik membuat pengelola langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, tim SAR, dan aparat keamanan kampus untuk menyisir area perairan.

Ditemukan Sang Paman

Setelah proses pencarian yang menguras waktu berjam-jam, titik terang akhirnya tiba pukul 02.32 WIB. Jenazah pemuda tersebut justru berhasil dievakuasi oleh pamannya sendiri yang ikut terjun langsung membantu regu penyelamat gabungan.

"Dari informasi yang saya dengar, korban ditemukan oleh pamannya. Keluarganya memang terbiasa mencari ikan di kampung halamannya," tambah Hermandra.

Berdasarkan identifikasi awal, musibah ini dipicu oleh kondisi dasar perairan yang cukup rawan bagi penyelam tanpa perlengkapan memadai. Kaki korban diduga kuat terjerat semak belukar atau akar pohon di dasar waduk sehingga sulit untuk naik mengambil napas.

"Diceritakan bahwa kemungkinan kakinya tersangkut di semak-semak. Di waduk itu memang banyak akar-akar," paparnya.

Kepergian mahasiswa ini meninggalkan duka mendalam bagi jajaran civitas akademika kampus biru langit tersebut. Pihak rektorat menilai Unri kehilangan salah satu talenta muda terbaik yang tengah merajut asa di bangku pendidikan tinggi.

"Kami atas nama pimpinan Universitas Riau menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya ananda Dafa Putra Ramadan. Semoga almarhum husnul khatimah, segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi musibah ini," ungkap Hermandra. ***