
DUMAI - Kamis (17/3/2016) sekitar pukul 06.00 WIB, kabut asap tipis menyelimuti Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai di Kota Dumai, Riau. Sesuai dengan jadwal penerbangannya, pesawat Transnusa Fokker 70 dari Bandara Halim Perdana, berhasil mendarat di Bandara Pinang Kampai, sekitar pukul 0815 WIB.
"Memang berdasarkan informasi yang kita terima dari BMKG stasiun Pekanbaru-Riau, jarak pandang hanya 5 kilometer di Dumai, tadi pagi. Alhamdulillah pesawat Transnusa dengan kapasitas bangku 79 orang, mendarat tanpa ada kendala sedikit pun," jelas Kepala Bandara Pinang Kampai, Catur Hargowo saat ditemui GoRiau.com.
Informasi lain yang disampaikannya, sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor : KP 253 tahun 2014 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan keselamatan penerbangan sipil bagian 8.900-4.2 (staff instruction) tentang pengoperasian pesawat udara dalam kategori semua cuaca (all wether operation).
Dimana, jarak pandang horizontal 3 mile (4,8 kilometer) dan jarak pandang visual pilot 1.000 kaki (305 meter), merupakan batas minimum jarak pandang yang bisa dilakukan pendaratan pesawat. Namun keputusannya, tetap kepada keputusan pendaratan pesawat kembali kepada pilot.
"Pilot sendiri, memiliki standar operasional prosedur (SOP) dengan jarak pandang aman, untuk bisa mendaratkan pesawat, jika terjadi kabut asap. Kita di darat hanya menginformasikan jarak pandang kepada pilot," ulas Catur.
Dirinya berharap, kabut asap tidak lagi terjadi di Dumai seperti tahun lalu. Rute yang paling berpengaruh saat terjadinya kabut asap, yaitu Dumai-Batam, begitu sebaliknya.
"Cuaca di Dumai memang berbeda. Bisa pagi kabut asap, siang harinya cuaca cerah. Hal itu berpengaruh kepada arah angin dan kecepatannya. Alhamdulillah, pesawat Transnusa tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma, bisa terbang pukul 11.15 WIB," tutup Catur menjelaskan.***