
PEKANBARU, GORIAU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum dipastikan akan mendarat di Pekanbaru, Riau, Kamis (24/9/2015). Informasi terbaru, Presiden juga batal melakukan pendaratan ke Sumatera Barat, sehari sebelum melawat ke Riau seperti jadwal yang dirilis beberapa waktu lalu.
Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Nurendi, Senin (21/9/2015) kepada GoRiau.com, menyebutkan, waktu kedatangan Presiden Jokowi ke Riau masih tentatif.
"Intinya setelah lebaran Idul Adha. Karena beliau akan berangkat ke Kalimantan dulu, dan Salat di sana," tegas Nurendi.
Menurut Nurendi, ada hal yang lebih perlu didahulukan di Kalimantan dan menurut jadwal tidak bisa ditunda. "Begitu juga ke Sumbar, kemungkinan tidak jadi," sambung Nurendi.
Untuk persiapan sendiri, kata Nurendi, Riau siap. "Kita sudah pernah menyambut kedatangan Presiden, dan kita juga sudah berpengalaman. Tinggal menutupi kekurangan-kekurangan yang lalu," tegasnya.
Rencana kedatangan Jokowi ke Riau untuk melihat dan mencarikan solusi atas kebakaran lahan dan kabut asap yang sudah beberapa pekan melanda Riau. Pada tahun 2014 lalu, Presiden juga telah melakukan lawatan ke Riau dengan agenda yang sama.
Sementara itu, Satelit Terra dan Aqua mendeteksi ratusan titik panas di Sumatera, Senin (21/9/2015). Riau masih mendominasi dengan 'memproduksi' 139 titik panas yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.
Diantaranya Pelalawan 84 hotspot, Bengkalis 14 hotspot, Inhu 11 hotspot, Siak dan Kampar masing-masing 10 hotspot, Inhil tujuh hotspot, Rohil dua hotspot dan Kepulauan Meranti satu hotspot.***