PEKANBARU, GORIAU.COM - Tidak puas dengan kinerja para anggota dewan, belasan mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) adakan aksi unjuk rasa didepan Kantor DPRD Riau Jalan Sudirman, Senin (21/9/2015).

Setidaknya ada empat poin tuntutan mahasiswa, mereka meminta anggota DPRD Riau, tidak menjadi pelindung dan melindungi perusahaan HTI. Mahasiswa Unilak juga meminta agar anggota dewan segera membentuk tim pansus penanganan bencana asap.

Masa yang diterima langsung oleh sejumlah anggota dewan itu juga meminta secara khusus, agar para wakil rakyat tidak meninggalkan Provinsi Riau selama bencana asap belum usai.

Dan poin terakhir yang dituntut oleh mahasiswa adalah kontribusi nyata anggota DPRD dalam menyampaikan aspirasi masyarakat ke pemerintah pusat.

Selain empat poin yang disampaikan didepan para wakil rakyat, mahasiswa juga menuntut agar presiden Jokowi memecat Menteri Kesehatan dan mencabut izin perusahaan HTI yang melakukan pembakaran hutan.

Tepat pukul 11.39 Wib, mahasiswa ditemui oleh beberapa anggota dewan. Tampak hadir menemui mahasiswa, Masnur, Nopiwalidjusman, Ade agus Hartanto, Mansyur, Yusuf sikumbang, dan Erizal muluk.

Setelah puas melakukan orasi para mahasiswa Lancang Kuning (unilak) membubarkan diri menuju halaman kantor Gubernur Riau, untuk bergabung dengan sejumlah elemen mahasiswa lainya.(dnl)