PEKANBARU, GORIAU.COM - Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Pekanbaru, Riau, kembali menggelar unjuk rasa, Senin (21/9/2015) siang, di Bundaran Tugu Zapin dan depan kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Aksi ini menuntut agar pemerintah bersikap tegas terkait kasus kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) Riau.

Mahasiswa yang berjumlah ratusan ini membawa berbagai macam spanduk, bahkan juga mengusung replika peti jenazah, sebagai simbol banyaknya warga Riau yang akan mati akibat terus dibiarkannya pembakaran lahan. "Sampai sekarang kita tidak juga melihat aksi pemerintah dan kepolisian. Sampai kapan masyarakat menderita," kata koordinator demo.

Mereka juga mendesak agar aparat memberikan hukuman berat bagi perusahaan yang melakukan pembakaran lahan, serta mendesak Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan datang ke Riau, untuk merasakan kabut asap yang sudah terjadi sejak beberapa pekan belakangan.

"Pak presiden, ibu Menteri, kenapa tidak mau ke sini dan hanya berkomentar di pusat. Asap ini bukan bencana, melainkan sudah direncanakan. Sejak dulu sampai sekarang hampir 18 tahun tak juga teratasi. Ini ada apa. Jangan-jangan ada permainan dan unsur kesengajaan," teriak lantang koordinator melalui pengeras suara.

Pantauan GoRiau.com, aksi massa yang dilakukan di bundaran Zapin ini sempat memacetkan akses jalan. Ratusan mahasiswa bahkan sengaja membentang spanduk besar berisi berbagai tuntutan. Tampak pula puluhan anggota kepolisian berjaga-jaga agar aksi tidak anarkis.

"Kami akan menurunkan massa yang lebih besar lagi, jika Plt Gubernur tidak menemui kami ke sini dan duduk bersama membahas jalan keluar permasalahan asap dan kebakaran lahan di Riau," sebutnya. Massa juga mengancam akan menurunkan jumlah yang lebih besar lagi kalau tidak juga mendapat respon. (had)