PEKANBARU, GORIAU.COM - Kasus kejahatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Mulyono (58), harus menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Sebab, tidak ada satupun orang yang mampu mengetahui dirinya akan ketiban sial. Untuk itu, yang diperlukan hanyalah kewaspadaan dan kehati-hatian.

Hal itu disampaikan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Robert H Watratan, SH, S.Sos, MH melalui Kasat Reskrim Kompol Hariwiyawan Harun, SIk, MIk kepada GoRiau.com, Senin (27/10/2014) siang.

Menurut Hari, saat ini masyarakat kurang menyadari pentingnya keberadaan polisi sebagai pengayom masyarakat. Pernyataan itu dilontarkan Hari karena masyarakat enggan meminta pertolongan polisi. "Apa salahnya minta pengawalan kepada kami ketika ada kemungkinan resiko jadi korban kejahatan," ujarnya.

"Masyarakat bisa minta bantuan langsung sama kami. Tidak ada biaya apa-apa. Gratis kok," tegas Hari. Ia mengatakan, jika masyarakat enggan untuk datang ke kantor polisi terdekat, warga Pekanbaru bisa menghubungi dirinya secara langsung.

"Kalau tak mau datang ke Polsek atau Polres, silahkan hubungi saya di nomor 085364279999," ujar Hari.

Dari beberapa kasus jambret dan perampokan di Pekanbaru, kebanyakan korban tidak mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. "Kalau seandainya mereka minta kawal, setidaknya keamanan bisa terjaga," katanya.

"Kita berharap masyarakat Kota Pekanbaru bisa memanfaatkan polisi. Sehingga, tidak ada lagi Mulyono lain," kata Hari.

Dalam pemberitaan sebelumnya, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sudah berulang kali terjadi di Kota Pekanbaru. Namun, untuk korban yang meninggal dunia di tempat baru Mulyono. Sementara, korban lain hanya mengalami luka-luka. Ketika beraksi, para pelaku tidak sendirian, mereka merupakan kawanan. (san)