
PEKANBARU - 25 hari menjelang bulan suci Ramadhan, harga bahan pokok tiba-tiba langsung melambung tinggi, hal ini juga diprediksi banyak pihak setelah langka dan mahalnya harga minyak goreng. Cabai keriting menembus Rp60.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp40.000 per kilogram.
Demikian juga dengan harga ayam potong kini di pasarkan Rp30.000 per kilogram untuk ukuran berat di bawah 1,5 kilogram (ukuran kecil), sedangkan untuk berat lebih dari 2 kilogram lebih dipasarkan Rp24.000 per kilogram.
Selain itu, tomat sayur juga kini dipasarkan naik Rp18.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp10.000 per kilogram. Harga cabai rawit juga naik dari awalnya dijual Rp35.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram.
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru jangan berdiam diri atau berpangku tangan saja. Disperindag juga dituntut harus memiliki kebijakan atau tindakan yang kongkrit untuk meredam tingginya harga bahan pokok.
"Contohnya ada operasi pasar di titik-titik tertentu, dan juga harus dilakukan sidak ke semua pasar, jangan hanya didengar saja informasi kenaikan harga bahan pokok ini, rakyat sudah menjerit," katanya, Selasa (8/3/2022).
Kenaikan harga bahan pokok ini jangan hanya menjadi perhatian dari Pemko Pekanbaru saja, melainkan Pemprov Riau dan juga pemerintah pusat juga harus cepat meredam kenaikan harga ini.
"Masih corona ini, jadi tolong diawasi pergerakan dan perubahan harga ini," cetus politisi PDI Perjuangan ini.
Dari itu Dapot juga menegaskan pemerintah selain harus meredam kenaikan harga bahan pokok juga harus menjamin ketersediaan stok bahan pokok dari bulan Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri. "Jangan sampai ada kelangkaan lagi. Rakyat tidak tahu masalah kendala distribusi itu, rakyat tahunya stok aman dan tersedia," tutupnya. ***