PEKANBARU – Guna menyikapi dominasi pemilih milenial di Pemilu 2024 mendatang, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) NasDem Millenial Riau mengelar kajian millenial dengan tema "Benarkah Suara Millenial Menjadi Penentu pada Pemilu 2024?", Jumat (11/3/2022).

Kegiatan yang diadakan dikantor DPW Partai NasDem Riau ini menggunakan konsep talkshow dan diberi nama kajian millenial yang dipandu oleh Bidang OKK NasDem millenial Riau, Eni Mawati Hulu.

Dari kalangan mahasiswa hadir Korpus BEM se-Riau, Arianto Piliang selaku Korda BEM se-Pekanbaru, Ceppy, Dosen Fisip Saiman Pakpahan. Kemudian ada pula perwakilan dari Cipayung Plus.

Dari Partai Nasdem, hadir Ketua DPD Nasdem Millenial pekanbaru Rifqy Fahlevi dan perwakilan dari DPD Nasdem Millenial Kepulauan Meranti.

Formatur DPD IMM Riau, Alpin Jarkasi Harahap, berpandangan bahwa perlu adanya revolusi partai untuk menjadikan kaum millenial sebagai penentu di 2024 mendatang dan bukan menjadikan kaum millenial sebagai pelengkap atau hanya sekedar memberikan hak suaranya saja.

Senada dengan Alpin, Arianto Piliang menyampaikan, millenial jangan sampai kehilangan ruhnya sebagai 'agent of control' untuk pemerintah selanjutnya.

Mengenai kebenaran apakah mampu suara millenial menjadi penentu dosen fisip universitas riau, Saiman Pakpahan berpendapat, benar suara millenial pada 2024 mendatang diperkirakan mencapai 40 persen.

Meski demikian, partai juga harus mampu memperlihatkan kehadirannya ditengah masyarakat agar keberadaannya dilihat oleh anak anak muda dan bisa memunculkan daya tarik tersendiri.

Partai NasDem sendiri sudah mempersiapkan kader-kader mudanya untuk menyikapi besarnya suara millenial pada 2024 mendatang. Hal ini sudah mulai terlihat dengan di Provinsi Riau adanya komunitas bernama NasDem millenial yang saat ini sudah ada di 7 kabupaten/kota di Riau.

Koordinator Wilayah NasDem Millenial Riau, Robby Kurniawan, menyampaikan bahwa NasDem millenial adalah wadah bagi kaum millenial di Riau untuk dapat menuangkan ide kreatifnya dan menjadi ruang untuk pembelajaran bagaimana politik santun NasDem.

"NasDem millenial terbuka untuk siapapun, tidak ada batasan ataupun menghilangkan jati diri kaum millenial sebagai 'agent of control' seperti yang ditakutkan sebagian anak-anak millenial, justru kita mencoba membawa pola pikir yang kritis dengan cara kita terlibat langsung di dalamnya," tuturnya.

Kedepannya, kajian millenial yang ditaja oleh NasDem Millenial Riau akan kembali membahas isu-isu terhangat yang menjadi pembahasan publik dan ini rutin dilakukan serta kembali menghadirkan narasumber menyesuaikan tema yang akan dibahas nantinya. ***