SELATPANJANG, GORIAU.COM - Perayaan Imlek 2013 di Selatpanjang semakin dekat. Dan yang paling merasakan dampak adalah hotel dan penginapan karena beberapa hari sebelum perayaan, warga perantauan Selatpanjang akan tumpah ruah di ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti itu. Sayangnya, jumlah hotel yang ada tidak sesuai dengan jumlah perantau yang pulang, akibatnya, bagi yang terlambat membooking kamar hotel, harus rela tidur di rumah saudara.

''Kami terpaksa membawa keluarga, kerabat dan saudara lainnya menginap di rumah karena hotel di Selatpanjang sudah penuh. Seharusnya Selatpanjang punya lebih banyak hotel karena selain sebagai ibukota kabupaten, Selatpanjang juga merupakan kota transit dan perdagangan teramai di pesisir Riau,'' ujar tokoh masyarakat dan juga pengusaha angkutan kapal itu di Selatpanjang, H. Syaril.

Tak bertambahnya jumlah hotel di Selatpanjang, tambahnya, bukan karena investor tak berminat, namun karena adanya pembatasan izin baru untuk hotel. ''Harusnya Pemkab Kepulauan Meranti kembali membuka kran izin pembangunan hotel di kota ini,'' tambahnya.

Dikatakannya, untuk perantau ataupun tamu yang memiliki ekonomi mapan, menginap di rumah saudara atau kenalan, bukanlah pilihan berllibur yang menyenangkan. Mereka sangat membutuhkan suasana dan privasi yang mampu mereka bayar.

''Kalau terus begini, saya yakin, tamu tidak akan betah berlama-lama di Selatpanjang. Karena itu, kita minta pemerintah membuka kembali perizinan untuk penambahan hotel baru, apalagi investor yang berminat membangun hotel di Selatpanjang cukup banyak,'' ujarnya mengakhiri. (kpt)