
BENGKALIS, GORIAU.COM - Menjelang pemungutan suara Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) putaran kedua, Rabu (27/11) besok, berbagai trik dan janji yang dilontarkan kedua calon gubernur ikut jadi buah bibir masyarakat.
Salah satunya janji Cagubri dari Golkar, Annas Ma'amun memekarkan Kabupaten Mandau sebagai mana diberitakan berbagai media massa baik cetak maupun elektronik apabila dia terpilih, dinilai sejumlah kalangan di Bengkalis sebagai janji politik yang dapat menyulut perpecahan.
''Berkali-kali kita mendengar sejumlah politisi menjanjikan pemekaran Kabupaten Mandau apabila terpilih, termasuk calon Gubernur no urut 2 Annas Maamun. Tanpa mereka sadari bahwa janji itu akan menyulut konflik di Kabupaten Bengkalis ini, akan kembali muncul pro kontra pemekaran yang berujung pada perpecahan,'' sesal tokoh masyarakat Kabupaten Bengkalis, Herman, Senin (25/11).
Pria kelahiran Sungai Pakning yang menjabat Plt Ketua Umum KONI Kabupaten Bengkalis memandang janji pemekaran akan menyulut perpecahan dan kurang etis dilontarkan oleh calon gubernur ataupun calon lainnya.
''Begitu mudah mereka melontarkan janji pemekaran, seolah-olah kabupaten ini tidak bertuan. Di sinikan ada Bupatinya, ada DPRD nya ada masyarakat dan sebagainya, pemekaran Kabupaten Mandau bukanlah solusi jika akan melumpuhkan kabupaten induk,'' pungkas Herman.Hal yang sama disampaikan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkalis, Zulfahmi. Ia memandang bahwa janji pemekaran Kabupaten Mandau yang dilontarkan kandidat cagubri nomor urut 2 sangat berpotensi membangkitkan gejolak ego kedaerahan atau primordialisme di Bengkalis.
''Kenapa tidak membicarakan pemerataan pembangunan atau visi misi jitu lainnya, karena isu pemekaran Kabupaten Mandau termasuk satu hal yang sensitif di Bengkalis, seharusnya seorang calon Gubernur harus paham dengan hal itu," tandas Zulfahmi.
Di tempat terpisah Tokoh Masyarakat Sungai Pakning, H Ontel, mengatakan, solusinya bukan pemekaran tapi pemerataan pembangunan, mengingat Kabupaten Bengkalis sebagai kabupaten induk sudah 5 kali dimekarkan. Yakni Kabupaten Siak, Kabupaten Meranti, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan.
''Jika Mandau juga dimekarkan kenapa tidak dibubarkan saja Kabupaten Bengkalis ini,'' protes Ontel.jfk