
PEKANBARU, GORIAU.COM - Mengenai diskualifikasi yang diterima Riau bersama seluruh peserta lainnya pada nomor Dragon Boat di Kejuaraan Dayung Internasional Tanjungpinang, 23-25 November 2013 dinilai suatu hal yang tidak wajar.
Karena tidak hanya diskualifikasi, namun ternyata panitia menghapuskan nomor tersebut dari daftar perebutan medali. "Tentu saja ini tidak wajar dan baru pertama kali terjadi," kata Ketua Harian Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Riau, Sanusi Anwar.
Dikatakannya, bahkan di kejuaraan resmi tingkat dunia sekalipun tidak ada istilahnya dihapuskan meski ada kesalahan. Biasanya panitia akan mengulang pertandingan kembali. "Apakah sifatnya untuk urutan satu sampai tiga atau diulang seluruhnya," lanjut Sanusi.
Hal senada juga disampaikan Pelatih Kepala Dayung Riau, Amin Zebo. Disebutkannya, selama dirinya berkecimpung di dunia olahraga dayun, baik sebagai atlet maupun pelatih, belum ada kejadian seperti ini. "Kita memang dirugikan, tetapi bukan itu hal yang paling disesalkan. Namun lebih kepada keputusan panitia yang menghapuskan tiba-tiba nomor tersebut," tukas Amin.
Pada pertandingan Dragon Boat jarak 300 meter yang berlangsung di Laut Tanjungpinang, Riau berhasil menyelesaikan lintasan dengan waktu tercepat dan berada di urutan pertama. Namun beberapa saat setelah itu, wasit menyatakan pertandingan didiskualifikasi.
Seluruh peserta beranggapan pertandingan akan diulang kembali. Namun ternyata malah nomor tersebut dihapuskan secara mendadak. Menurut informasi yang diterima jajaran pelatih, baik panitia maupun wasit dinilai takut karena salah satu tim yang berada di lintasan, yakni Angkatan Laut kalah dalam pertandingan tersebut.
Meski pada waktu itu hanya babak penyisihan, namun apa yang menjadi keputusan wasit dan panitia pertandingan cukup disesalkan. Sayang jika iven yang sudah menjadi kebanggaan masyarakat Tanjungpinang setiap tahunnya tercoreng gara-gara hal yang tidak wajar ini.
"Cukup disayangkan karena iven ini sudah berlangsung lama, sejak 1995. Panitia tidak menjunjung sportivitas dan tentunya akan berdampak pada penyelenggaraan iven yang sama pada tahun depan," ujar Amin.(tri)