
PEKANBARU, GORIAU.COM - Seleksi terbuka untuk mengisi eselon II Pemprov Riau akhirnya dimulai. Tahapan pertama adalah pengumuman persyaratan yang sudah dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) hari ini, Selasa (10/3/2015).
Dengan pengumuman persyaratan itu, beberapa pejabat yang sebeluumnya sudah menduduki jabatan eselon II ataupun mereka yang akan promosi pun grusa-grusu. Ada yang cemas, namun ada juga yang siap.
Hal senada juga diungkapkan Plt Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Zulkarnain Kadir kepada GoRiau.com, Selasa (10/3/2015) siang. Menurutnya, dirinya siap mengikuti seleksi terbuka karena merupakan amanat Undang-undang. Ada tiga alasan dirinya untuk ikut seleksi terbuka.
''Pertama, itu kan amanat Undang-undang. Kita harus menjalankannya, dan saya siap mengikuti seleksi terbuka seperti yang telah disampaikan Pansel,'' ujar Zul Kadir, panggilan akrab mantan Sekretaris DPRD Riau ini.
Alasan kedua, dirinya akan ikut seleksi terbuka karena pada bulan Oktober mendatang, dirinya sudah bisa naik golongan menjadi IVd dan syarat naik golongan tersebut berada di eselon II. ''Jadi saya akan ikut karena Oktober mendatang, saya sudah bisa naik golongan IVd,'' jelasnya.
Alasan ketiga, karirnya masih panjang karena masa kerjanya masih 9 tahun lagi jika pensiun pejabat eselon II berakhir di usia 60 tahun.
Sebelumnya, Zulkarnain kadir pernah menduduki jabatan eselon 2b sebanyak tiga kali yakni saat jadi Wakadispora, Karo Umum dan Karo Humas. Sedangkan eselon 2a diraih saat menjadi Kaban Kesbangpol, Sekwan DPRD Riau dan Plt Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Bagaimana dengan pejabat lainnya, informasi yang dirangkum GoRiau.com menyimpulkan ada beberapa pejabat yang mulai risau untuk bisa lolos seleksi terbuka. Pasalnya, tim seleksi terbuka yang sudah disetujui Plt Gubernur Riau itu, ternyata merupakan orang-orang yang konsisten dalam bidang ilmunya seperti mantan Rektor Unri Prof DR Muchtar Achmad dan hakim agung Syamsul Rakan Chaniago. ***