PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang yang mengancam keselamatan pengendara. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP), perbaikan sejumlah ruas jalan provinsi di berbagai daerah mulai dikebut secara bertahap.

Tingginya mobilitas warga serta risiko kecelakaan di jalur padat lalu lintas menjadi alasan utama percepatan pemeliharaan infrastruktur ini. Plt Kepala Dinas PUPRPKPP Riau, Thomas Larfo Dimeira, ST MM memastikan instansinya langsung bergerak menangani kerusakan fisik jalan sesuai skala prioritas.

"Kami terus melaksanakan pemeliharaan rutin secara bertahap di sejumlah ruas jalan provinsi, baik di Kota Pekanbaru maupun daerah lainnya. Fokus utama kami adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat," ujar Thomas, Rabu (13/5/2026).

Penanganan teknis di lapangan dijalankan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan di masing-masing wilayah kerja. Petugas melakukan penambalan lubang atau patching memanfaatkan material Campuran Aspal Panas (CAP) diiringi perawatan rutin struktur badan jalan.

Proses pengerjaan di wilayah barat Riau dikendalikan oleh UPT Jalan dan Jembatan Wilayah II yang menyasar ruas Mahato perbatasan Kabupaten Rokan Hilir hingga Simpang Menggala. Sementara perawatan di kawasan Siak dan sekitarnya ditangani UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I dengan fokus pada lintasan Simpang Minas, Simpang Pemda, hingga Simpang Tualang Timur.

Pembenahan infrastruktur yang menjadi urat nadi ekonomi ini juga menjangkau titik strategis dalam Kota Pekanbaru. Perbaikan aspal mengelupas yang rawan memicu insiden lalu lintas di musim penghujan diarahkan ke Jalan Datuk Setia Maharaja kawasan Parit Indah serta Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di area Simpang Paus.

Masyarakat yang melintasi area pekerjaan diminta lebih waspada dan mengatur kecepatan kendaraan. Kegiatan pemeliharaan dipastikan terus bergulir mengikuti hasil pemetaan tingkat kerusakan jalan.

"Kami memahami harapan masyarakat terhadap kondisi jalan yang lebih baik. Karena itu, penanganan terus dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat tetap lancar dan nyaman," tambahnya. ***