PEKANBARU – Tugu Zapin yang berdiri tegak di persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Gajah Mada kini kehilangan pesonanya. Monumen yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2011 dengan pagu lebih dari Rp4 miliar ini mengalami kerusakan parah.

Pantauan GoRiau.com, Senin (20/4/2026), bangunan yang dulunya megah berbalut perak dan tembaga itu perlahan kehilangan wujud aslinya. Ada kabar itu terjadi karena pencurian material logam secara terus-menerus.

Karya seniman I Nyoman Nuarta ini awalnya dikerjakan oleh PT Citra Mutiara Bumi Riau sebagai persiapan menyambut perhelatan PON XVIII Riau tahun 2012. Bangunan ini didirikan untuk menggantikan Tugu Pesawat Tempur atau Tugu Dirgantara yang sebelumnya menghiasi Titik Nol Kota Pekanbaru, tepat di depan Kantor Gubernur Riau. Desainnya dirancang khusus untuk melambangkan sepasang bujang dan dara dalam gerakan Tari Zapin, sebuah wujud nyata kebudayaan Melayu dan keramahtamahan daerah.

"Kondisinya per 20 April 2026 sangat memperihatinkan karena tinggal besi-besi, hanya tersisa sebagian yang masih ada lapisan," ungkap salah satu warga yang sering melintas di kawasan tersebut, Senin (20/4/2026).

Hilangnya elemen penting dari tugu ini membuat pemandangan di pusat kota terganggu. Monumen yang sering menjadi spot foto utama bagi wisatawan ini bahkan sempat ditutupi dengan paranet untuk menyamarkan kerangka besinya yang keropos dan berkarat. Hilangnya karya seni publik akibat pencurian ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menghilangkan nilai historis sebuah ikon kota.

Sejak awal proyek ini dikerjakan, alokasi dana fantastis senilai miliaran rupiah tersebut memang sempat menuai kontroversi di kalangan masyarakat Melayu. ***