PEKANBARU – Striker asal Brasil, Antonio Gamaroni, membuktikan kualitasnya sebagai ujung tombak utama PSPS Pekanbaru di paruh musim Liga 2 2025/2026. Pemain yang direkrut awal Januari 2026 ini sukses mencetak hat-trick pertamanya saat menghadapi Persekat Tegal, Minggu (19/4/2026).

Penampilan memukau Antonio sekaligus mengakhiri penantian panjang klub atas trigol dari seorang pemain. Torehan gol Antonio sejauh ini sangat menonjol. Dari 10 penampilan, ia sudah mengemas tujuh gol atau rata-rata 0,7 gol per pertandingan. Ketajamannya juga dibuktikan lewat 21 tembakan dengan 16 di antaranya tepat sasaran. Ia menawarkan profil striker modern yang tidak sekadar menunggu bola di kotak penalti, terbukti dari catatannya menorehkan 175 umpan sukses dari 227 percobaan.

"Ya memang pemain ini cukup pinter. Artinya dia seorang striker itu memenuhi syarat, kontrol bola bagus, melindungi bola bagus, visi bermainnya bagus, dan tadi gol-gol yang tercipta juga sangat bagus. Dia cetak tiga gol, empat shooting, juga crossing heading tadi. Gol-gol memang yang terjadi itu dari hasil latihan kita selama ini. Saya apresiasi Antonio bisa hat-trick malam hari ini," ujar Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso.

Kehadiran Antonio merupakan langkah berani Aji Santoso menggantikan kompatriotnya, Cristian Alex. Di awal musim, Alex sempat mencetak dua gol dalam tiga laga pertama, namun produktivitasnya menurun tajam dengan hanya menambah satu gol meski sering menjadi starter. Perubahan mulai diterapkan saat Aji mengambil alih kursi pelatih dari Ilham Romadhona.

Gaya bermain Alex dinilai tidak cocok dengan skema permainan karena jarang membantu pertahanan dan acap kali kehilangan bola. Aji perlahan menggeser peran Alex dan bahkan lebih mengandalkan opsi lokal seperti Hari Nur dan Ilham Fathoni. Puncak kekecewaan terhadap Alex terjadi saat PSPS kalah dari Garudayaksa akhir November 2025 lalu. Saat itu, Alex gagal mengeksekusi penalti yang seharusnya bisa menyamakan kedudukan.

"Kemarin waktu dapat penalti, Alex menendang. Sebagai pemain pengganti memang dia percaya diri mengambil penalti dan kita percayakan kepada Alex. Sebenarnya Toni sudah minta juga, cuma Alex percaya bisa masuk. Masalahnya tidak masuk, inilah sepakbola," terang Aji usai laga tersebut.

Buntut dari kegagalan tersebut, Aji mencoret Alex pada bursa transfer awal Januari 2026 dan mendatangkan Antonio yang sesuai dengan kebutuhannya. Antonio langsung menunjukkan tajinya dengan mencetak gol pada laga debut melawan Persekat Tegal, Jumat (16/1/2026). Ia aktif membuka ruang, turun menjemput bola, hingga terlibat dalam proses build-up.

Karakter Antonio sangat krusial dalam menopang skema transisi cepat dan direct play racikan Aji Santoso. Konsistensi Antonio terus terlihat lewat gol beruntun ke gawang PSMS dan Sriwijaya FC, serta sumbangan assist saat melawan Persikad Depok. Gol-gol yang ia cetak lahir dari berbagai variasi situasi, mulai dari skema open play, duel udara, hingga penyelesaian dari luar kotak penalti. ***