PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM -Organisasi Keagamaan Nur-Muzammil siap memberikan pelatihan secara gratis bagi warga atau pengurus masjid yang berkeinginan untuk mempelajari penyelenggaraan jenazah. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak masyarakat di daerah ini yang mengalami kesulitan dalam menjalankan fardhu kifayah atau penyelenggaraan jenazah.
"Kami mau dipanggil kemana saja untuk memberikan pendidikan serta pelatihan tata cara penyelenggaraan jenazah bagi warga atau pun pengurus masjid yang mau mempelajarinya. Pelatihan yang kita berikan ini dengan cara cuma-cuma bagi warga supaya mereka bisa melaksanakan penyelenggaraan jenazah yang benar. Sehingga nantinya tidak perlu lagi mencari bilal dari jauh atau ke kampung tetangga," terang Ketua Organisasi Keagamaan Nur-Muzammil, Lubsul Zanah pada sejumlah media, Kamis (22/8/2013).
Lubsul mengatakan bahwa organisasi keagamaan yang bergerak selain di bidang dakwah ini juga bergerak di bidang lain yakni memberikan pelatihan penyelenggaraan jenazah atau yang sering disebut Fardhu Kifayah serta memberikan pendidikan agama tentang pemahaman Islam bagi warga yang menjadi mu'alaf.
"Saya menilai khusus masalah ini, masih banyak warga yang melihatnya sebagai masalah sepele tapi sebenarnya jika hal tersebut tidak dijalankan dengan benar maka kesalahan yang dijalankan akan dianggap benar. Sehingga itu, perlu dilakukan perbaikan serta diberikan pemahaman soal pengenalan terhadap Islam bagi kaum mua'laf agar tidak disebut sebagai Islam KTP," ujarnya.
Khusus untuk pelaksanaan pelatihan fardhu kifayah ini sendiri, sambungnya, pihaknya akan memberikan pelatihan berupa pelatihan tata cara penyelenggaraan jenazah serta dibarengi dengan prakteknya. Sehingga dengan begitu, akan lebih gampang untuk diingat dan dipelajari oleh masyarakat yang berminat.
"Begitu juga bagi warga yang telah menjadi mua'laf, jika ingin mengetahui indahnya Islam dan apa itu Islam maka kami bersedia memberikan bimbingan dan pengertian tentang itu. Mulai dari Tauhid sampai syariat dan yang lainnya tentang Islam, sehingga tidak menjadi Islam KTP yang nantinya akan menjadi umat yang merugi setelah memeluk Islam," tutupnya.(ilm)