
PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski Pemerintah Provinsi Riau memperjuangkan agar pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III diadakan di Riau, namun keinginan itu tidak sepenuhnya mewakili daerah ini. Bahkan Bupati Indragiri Hilir, Indre M Adnan terang-terangan menolak.
Menurut Indra M Adnan, menjadi tuan rumah ISG III bukanlah marwah daerah Riau. Justru yang marwah itu kalau kemiskinan masih merajalela.
''ISG bukan marwah Riau, justru membangun daerah agar tak miskin, itu yang marwah,'' ujar Indra, Sabtu (18/5/2013).
Karena itu Indra mendukung pemindahan tempat pelaksanaan ISG ke Jakarta. Lagi pula, kalau ISG tetap di Pekanbaru maka makin banyak APBD Riau yang akan terkuras di ISG, padahal dananya bisa dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan.
''Sudah banyak korban saat PON, bukan hanya mereka yang kini ditahan, tapi juga dana. Biarlah dananya kita gunakan untuk pembenahan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat,'' tambahnya.
Dikatakan, meski di awal dikatakan dana ISG akan dibantu pusat, dia tak yakin itu akan cair saat pelaksanaan ISG. Pengalaman saat PON sudah menunjukkan gejala itu, dulu PON juga dijanjikan akan mendapatkan bantuan pusat, tapi apa kenyataannya.
''Karena itu saya tak sependapat kalau menjadi tuan rumah ISG itu marwah Riau. Justri marwah kita saat ini terkoyak-koyak,'' pungkasnya. (nti)