PEKANBARU - Sebagai manusia biasa, walau anaknya sudah menjadi korban, keluarga korban pemerkosaan oleh anak anggota DPRD Pekanbaru, Riau, berinisial AR (21) akhirnya tak tega dan sepakat berdamai karena ibu pelaku selalu datang meminta maaf sambil menangis-nangis.

Orang tua korban yang berinisial A mengungkapkan, sebelum perdamaian dilakukan, orang tua pelaku AR (21) terus mendatangi A sampai berkali-kali dengan menangis.

"Karena nangis-nangis terus ibunya (ibu pelaku), ya sebagai orang tua, kami membuka hati nurani dan berunding sama keluarga untuk sepakat berdamai,” kata orang tua A kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).

Setelah sepakat berdamai, keluarga pelaku memberikan uang sebesar Rp 80 juta untuk biaya korban. Setelah itu A datang ke Polresta Pekanbaru untuk membuat perjanjian damai dan mencabut laporan.

“Untuk perdamaian, saya datang ke Polres tinggal tanda tangan. Tapi sebelum kami ke Polres sudah berdamai, setelah orang tua pelaku berkali-kali datang dan nangis. Di situ orang tua pelaku mengasih untuk biaya pendidikan anak saya Rp 80 juta, cash," beber orang tua A.

Orang tua A mengaku saat perdamaian, hadir semua pihak mulai dari keluarga korban, keluarga pelaku hingga pengacara masing-masing pihak. Di sana, diputuskan untuk berdamai lewat surat perdamaian.

"Di situ buat kesepakatan hitam putih pada 19 Desember. Lalu lampiran surat dibawa ke Polres besoknya tanggal 20 Desember kami ke Polres untuk cabut perkara," tegasnya.

Sama seperti perdamaian sebelum ke Polresta, semua pihak juga hadir dalam cabut laporan di Mapolresta.

"Di Polres saya tinggal tandatangan juga. Selesai itu saya pulang dan semua ada," tutupnya.

Diketahui, kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa siswi SMP di Pekanbaru berusia 15 tahun ini, dilakukan oleh seorang pria yang merupakan anak anggota DPRD Pekanbaru, ES, berinisial AR (21).

Setelah menerima laporan, polisi akhirnya menetapkan AR sebagai tersangka dan ditahan pada 3 Desember 2021. Setelah pelaporan dan penetapan tersangka, pihak keluarga pelaku terus menemui keluarga korban, hingga akhirnya perdamaian terjadi. ***