PEKANBARU, GORIAU.COM - PT Hutama Karya dan Jasa Marga diketahui berminat membangun jalan tol yang akan menghubungkan Kota Pekanbaru—Dumai, kendati dalam dua kali tender sebelumnya, proyek tersebut sepi peminat.


Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengungkapkan dalam berbagai pertemuan dengan Gubernur se-Sumatra, sudah ada beberapa BUMN yang berminat terlibat dalam proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai.


“Sudah ada komitmen dari pemerintah pusat mendukung pengembangannya (tol Pekanbaru—Dumai). Ya, mereka (Hutama Karya dan Jasa Marga) berminat,” ujarnya, Rabu (3/4/2013).


Adanya keinginan BUMN tersebut untuk terlibat dalam proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru—Dumai, jelasnya, menunjukkan progres yang lebih baik karena sudah dua kali tender kurang diminati investor.


“Itu kebijakan nasional, dan rencananya nanti akan dibentuk sebuah konsorsium untuk pengerjaan proyek itu,” ujarnya.


Pengembangan proyek jalan tol Pekanbaru—Dumai menjadi skala prioritas karena sudah berjalan lebih awal, dan masuk dalam progres Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).


Untuk meningkatkan ketersediaan infrastruktur di Provinsi Riau, kata Rusli, selama 2012, sudah dibangun jalan sepanjang 1.544,54 km, peningkatan jalan sepanjang 192,75 km, pemeliharaan jalan 933 km, pembangunan jembatan sepanjang 5.300 meter, dan pemeliharaan jembatan 1.355 meter.


Ketua Tim Percepatan Proyek Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru—Dumai, Emrizal Pakis menambahkan pelaksanaan pembangunan proyek tol sepanjang 126 km tersebut akan menjadi penggalan Pekanbaru-Kandis dan Kandis-Dumai.


Dari proses pengadaan lahan, jelasnya, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Kandis sepanjang 58 km kemungkinan lebih awal dibandingkan dengan Kandis-Dumai sepanjang 68 km.


“Pembangunan Kandis-Dumai tetap dalam proses bersamaan, tetapi ada percepatan-percepatan pada trase tertentu yang sangat bergantung pada pengadaan lahan. Untuk Pekanbaru-Kandis mungkin lebih awal,” katanya.


Untuk perusahaan BUMN yang berminat membangun proyek jalan tol tersebut, Emrizal mengatakan bisa saja tanpa melalui mekanisme lelang, mengingat sudah dua kali ditenderkan.


“Saya memang belum bisa memastikan [apakah tender kembali]. Yang jelas sudah ada BUMN yang berminat. Selama dua kali tender kan tidak ada yang berminat. Kalau yang ke-tiga ini bisa tunjuk langsung, tentu lebih cepat,” katanya.


Dalam perencanaannya, proyek jalan tol Pekanbaru—Dumai akan dibangun sepanjang 126.200 kilometer, dibagi menjadi dua penggalan yakni Pekanbaru-Kandis dan Kandis-Dumai.


Untuk biaya pembebasan lahan berasal dari dana APBN Rp146,2 miliar, APBD Provinsi Riau Rp14 miliar, dan dana APBD kabupaten/kota Rp20 miliar. Biaya pembangunan fisik diperkirakan Rp6—Rp8 triliun, dan ditargetkan selesai paling lama 2015. (bs)