LANGKAT, GORIAU.COM - Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho mengatakan, fenomenal di tengah-tengah masyarakat belakangan ini, mulai menjauh dari norma-norma agama, karenanya perlu beristighosah, merenung terhadap kemampuan untuk membimbing hati dan jiwa menuju taqwa.

‘’Instropeksi diri sebagai umat manusia dengan beribadah, salah satunya berzikir seperti yang diajarkan Tuan Guru Babussalam Syekh H. Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi harus kita anuti dan menjabarkannya dalam kehidupan sehari-hari,’’ kata Gatot mengawali sambutannya pada acara puncak peringatan Hul ke-89 Tuan Guru Babussalam yang berlangsung di Madrasah Besar perkampungan relijius Babussalam,Kec. Padangtualang, Langkat, Selasa (2/4). Acara berlangsung meriah dan hidmat.

Gatot mengatakan, walaupun telah lama wafat, magnit kebaikan figur Syech H. Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi yang merupakan Tuan Guru Babussalam pertama pendiri thariqat naqsabandiyah tersebut, ajarannya masih terasa sampai saat ini.

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH gelar Datuk Setia Negeri mengemukakan hal senada. Menurut Ngogesa di tengah arus modernisasi sekarang ini, kita sebagai manusia yang ingin masuk ke dalam golongan kaum beriman tentu ingin pula mendapatkan ketenangan lahir dan batin.

Ketenangan itu, kata Ngogesa, akan hadir bila kita mengenal siapa diri kita, kemana langkah tujuan kita dan siapa yang seharusnya menjadi tempat kita bergantung.Dalam kesempatan itu, Ngogesa mengutip kalimat bijak ahli sufi Syeckh Abdul Kadir Al Jailani yang menyebutkan “Tangisilah dirimu, ketika anakmu mati, engkau merasa seakan kiamat terjadi, akan tetapi ketika agamamu mati, engkau tidak menangis bahkan tidak peduli’’.

Dalam kesempatan itu Khalifah H Abdul Hakim membacakan riwayat singkat Syekh Abdul Wahab Rokan yang lahir di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi Rokan Tengah Kab. Kampar, Riau.

Dikatakan, tanggal kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan tiada diperoleh kepastiannya. Sebahagian besar mengatakan beliau lahir pada 19 Rabiul Akhir 1230 H, dan satu riwayat lain menyebutkan 10 Rabiul Awal 1426 H atau 28 September 1830.

Namun, hari wafatnya tidak diperselisihkan yaitu 21 Jumadil Awal 1345 H atau 27 Desember 1926. Karenanya pada setiap 21 Jumadil Awal tahun Hijriah bersamaan dengan tanggal wafat Tuan Guru Babussalam Syekh Abdul Wahab Rokan, seluruh zuriat, mursyid dan jamaah thariqat naqsabandi berkumpul di perkampungan Babussalam.

Sebelumnya Tuan Guru Babussalam Syekh H Hasyim Al Syarwani menyampaikan pernyataan maaf kepada seluruh jamaah dan undangan, karena tidak mampu memberikan tempat layak. ‘’ Banyak jamaah yang hadir pada tahun ini, terutama jamaah suluk, tetapi rumah-rumah suluk yang ada tidak mampu menampungnya sehinga terpaksa ditampung di rumah-rumah penduduk dan tenda-tenda darurat,’’ katanya.

Sehari sebelumnya berlangsung haflah Quran, pembacaan qasidah serta pelaksanaan ritual ratib saman selama tiga malam di depan kompleks maqam Tuan Guru Babussalam Syekh Abd Wahab Rokan.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua MUI Sumut Prof Abdullah Syah, Kakan Kemenagsu H. Abdul Rahim, Pimpinan Majelis Taklim Tazkira KH. Amiruddin MS, Syekh H. Ismail Royan dari Riau, Pemangku Adat Kesulthanan Langkat Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah, Kakankemenag Langkat HT. Darmansyah, Ketua MUI Langkat H Ahmad Mahfudz, Ketua MUI Kota Medan H.M. Hatta, Rektor IAIN Prof Ridwan Lubis, H. Abdillah Ak, MBA serta sejumlah perwakilan pejabat Provsu dan Langkat.

Disambut Hangat 

Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho, ST menghadiri Haul peringatan wafatnya Ulama sekaligus Pimpinan Thariqat Naqsyabandiyah Yarham Syekh Abdul Wahab Rokan Al Qhalidi Naqsabandy yang ke 89. Belasan ribu masyarakat hadir pada acara yang dilaksanakan di Desa Kec Padang Tualang Kabupaten Langkat, Selasa (2/4/2013).

Setibanya di kediaman Tuan Guru El-Syarwani pimpinan Thariqat Naqsyabandiyah Basilam, Gatot yang didampingi Asisten dan Kadis Kominfo Provsu Jumsadi Damanik langsung disambut hangat oleh masyarakat dan ribuan jamaah.

Tampak hadir H. Ismail Royan Pimpinan Thariqat Pakanbaru, Bupati Kabupaten Langkat Ngogesa Sitepu, Ketua DPRD Kab Siak Riau, Kapolres Langkat, Dandim Langkat, Ketua MUI Sumatera Utara, Utusan Jamaah dari Malaysia, Rektor USU, para ustadz, Ulama dan ribuan jamaah lainnya.

Tuan Guru El-Syarwani selaku pimpinan Thariqat ke-10 dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Gubernur dan pejabat lainnya. Katanya, perhatian dan bantuan pemerintah selama ini cukup besar, untuk itu beliau berdoa semoga kepemimpinan di Sumatera Utara semakin baik dan maju, “Atas bantuan yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu kami tidak mampu membalasnya dan semoga Allah SWT yang membalasnya lebih baik lagi,” katanya yang sontak diamini seluruh jamaah.

Gubsu dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk mengambil pelajaran dari perjuangan Syekh Abdul Wahab Rokan dalam mendakwahkan agama. Menurutnya setiap manusia punya sisi kesejarahan masing-masing namun yang membedakannya adalah sejauh mana sejarah itu berpengaruh.

Ditambahkannya bahwa setiap manusia punya tugas kekhalifahan untuk itu Gatot mengajak untuk ambillah tugas itu untuk mendistribusikan kebaikan. “Yarham Syekh Abdul Wahab Rokan telahpun lama berpulang, namun magnit kebaikannya masih dapat kita rasakan hingga saat ini,” katanya. Untuk itu sekali lagi Gatot menghimbau agar momentum Haul kali ini jadi momentum introspeksi diri sudah berapa banyak kebaikan yang sudah didistribusikan untuk lebih ditingkatkan lagi.

Sementara itu Syekh Abdul Hakim AM membacakan sejarah singkat Syekh Abdul Wahab Rokan yang lahir di Rokan Riau 28 September 1811 dan wafat di Basilam 27 Des 1926. Selama 115 tahun masa hidupnya beliau menghabiskan waktunya belajar agama dan mendakwahkannya. Diceritakan bahwa Syekh Abdul Wahab rokan memiliki cirri berkulit putih, berperawakan sedang, sopan santun sederhana dan pemurah.

Acara dilanjutkan dengan makan bersama. Terlihat suasana keakraban, sederhana namun bersahaja. Gubsu yang duduk di samping Tuan Guru terlihat saling menyuguhkan makanan di dekat mereka masing masing. Sejenak meninggalkan tempat acara Gatot sapa seluruh jamaah dan foto bersama. (bs)