
PEKANBARU – Memasuki usia ke-242 tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru mendapat apresiasi atas sejumlah capaian pembangunan, khususnya perbaikan infrastruktur jalan. Namun, persoalan banjir, drainase, kemacetan, hingga pelayanan dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, menilai kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar menunjukkan kemajuan di beberapa sektor, terutama pembangunan infrastruktur jalan.
"Terutama untuk perbaikan jalan, itu kita apresiasi positif. Sudah puluhan kilometer diperbaiki mulai tahun 2025 hingga pertengahan tahun 2026 ini," kata Nurul, Senin (22/6/2026).
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru itu, sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat telah mendapatkan perbaikan. Beberapa di antaranya Jalan Rambutan, Jalan Sri Palas, dan sejumlah ruas lainnya yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pekerjaan infrastruktur dilakukan sesuai spesifikasi teknis sehingga kualitas jalan yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.
Selain pembangunan jalan, Nurul juga melihat adanya peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Perbaikan tersebut terlihat dari pelayanan publik, administrasi pemerintahan, hingga pelaksanaan program di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia juga menilai pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi masyarakat mulai menunjukkan perkembangan positif meskipun masih memerlukan penyempurnaan di sejumlah sektor.
Namun demikian, Nurul mengingatkan bahwa masih terdapat persoalan mendasar yang hingga kini kerap dikeluhkan masyarakat, yakni banjir, drainase, dan kemacetan lalu lintas.
Menurutnya, pembangunan jalan tidaak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti dengan pembenahan sistem drainase yang memadai.
"Khusus perbaikan parit, itu penting. Jalan yang sudah bagus diperbaiki harus diiringi dengan pembenahan parit. Tidak hanya normalisasi, tetapi parit itu harus dipastikan berfungsi dengan baik. Anggarannya juga sudah tersedia dalam APBD Pekanbaru," ujarnya.
Nurul menilai persoalan drainase dan banjir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus segera dituntaskan pemerintah kota. Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan juga perlu terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Momentum Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, menurut dia, harus menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih belum terselesaikan.
Ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru membuka ruang yang lebih luas terhadap kritik dan masukan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan lebih merata dan tepat sasaran.
"Pemko jangan alergi terhadap masukan dan saran masyarakat. Dengan begitu, pembangunan yang merata dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga dapat direalisasikan secara optimal," kata Nurul. ***