PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Kawula muda yang kecanduan narkoba, berkumpul dengan pembentuk geng motor, serta ketagihan game onlie dan pergaulan bebas, adalah dikarenakan jam bermain yang begitu 'over'.

Untuk itu, calon legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pelalawan M Rojuli,S.Sos mendukung jika Pemkab Pelalawan memberlakukan jam malam bagi pelajar. Hal ini bahkan perlu didukung oleh seluruh komponen masyarakat guna menyelamatkan generasi muda terutama pelajar agar tidak terlibat pada kegiatan negative dan lebih fokus menuntut ilmu.

"Bukannya untuk neko-neko, ketika DKI berencana memberlakukan jam malam bagi pelajar, lalu kita ikut-ikutan pula. Namun yang jelas, jika jam ini diperlakukan tentu banyak menimbulkan hal yang positif. Tak hanya bagi pelajar dan dunia pendidikan, tapi juga bagilingkungan," kata Rojuli, Senin (16/9/2013).

Dengan diberlakukan jam malam sebut Rojuli yang juga Sekretaris DPD PAN Pelalawan ini, akan sangat berdampak positif terhadap pendidikan pelajar, karena mereka akan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk belajar dan kegiatan positif lainnya. Apalagi para pelajar dan remaja yang sering berada di luar rumah dengan kegiatan yang tidak jelas akan sangat rentan dengan narkoba, geng motor, pergaulan bebas, ketagihan game on line dan lainnya.

"Ditambah lagi fasilitas tersebut sangat mendukung, terutama di ibu kota Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci dan beberapakecamatan lainnya di daerah ini. Hal ini bisa saja terjadi dan menimpa pelajar mana saja, karena sering berada diluar tanpa control.Dan, jam malam menjadi salah satu solusinya untuk mempersempit gerak pelajar yang terbiasa bebas," ujarnya.Hanya saja, sambungnya, seandainya program ini diterapkan Pemkab Pelalawan bersama instansi terkait hendaknya saling sinergi agartidak menjadi program asal-asalan.

"Karena tempat lain berlaku jam malam pelajar lalu di daerah ini diberlakukan pula, sementara kita belum siap dan tidak kompaksehingga jadilah program abal-abal. Yang penting penerapannya tidak neko-neko," katanya.

Diakuinya, bahwa langkah jam malam pelajar hendaknya harus dilakukan berkesinambungan karena memang akan berdampak positif sebagai upaya membina mental generasi muda Pelalawan ke depan. Karena semakin bebas seorang pelajar semakin besar peluang pengaruh yang masuk pada pelajar yang sedang mencari jati diri.

Kalau dimasa dirinya bersekolah dulu lanjut Rojuli, memang tidak ada jam malam bagi pelajar, tapi guru sekolah yang bersangkutan akanmemberlakukan piket. Tiap malam ada guru yang memantau anak-anaknya di luar, jika kedapatan keluar, maka keesokannya harinya akan diberikan sanksi dari pihak sekolah.

"Kalau saat malam ada di rumah paling tidak akan membaca buku, tapi kalau berada di luar kan tak ada kesempatan belajar, apalagipelajar yang jauh dari pengawasan orang tua," ringkasnya.(ilm)