
PEKANBARU, GORIAU.COM - Semakin mengecilnya peluang mencalonkan diri sebagai bakal calon Gubernur Riau pasca Musdalub Golkar karena partai-partai besar sudah memberi sinyal kepada siapa dukungan diberikan, tidak membuat niat mantan Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah surut dari pencalonan. Saat ini dia dan tim terus bergerilya mendapatkan dukungan partai-partai kecil, konon kabarnya Herman sudah mengantongi 11 persen suara partai gurem, ditambah satu dukungan penuh dari Partai Gerindra. Dibalik itu, Herman tetap mengharapkan dukungan Golkar dan PDIP.
Menurut Herman peluangnya di Partai Golkar belum habis. Kalau mengacu pada AD/ART Golkar, dirinya masih sangat berpeluang masuk dalam bakal calon yang akan diusung partai berlambang beringin tersebut. ''Kalau Partai Golkar konsisten menjalankan AD/ART dan berpedoman kepada hasil survei tertinggi maka saya masih berpeluang diusung,'' ujarnya.
''Untuk partai-partai kecil memang sudah ada yang mau bergabung, tapi belum ada perjanjian yang disepakati. Dan pada penjaringan yang dilakukan PDIP Riau lalu saya kan ikut mendaftar. Jadi peluang saya untuk diusung melalui PDIP masih besar,'' ujarnya.
Meski telah mendapat dukungan beberapa partai, Herman tidak berdiam diri karena jumlah kursi belum memenuhi syarat untuk maju ke Pilgubrni. Apalagi partai besutan Prabowo Subianto, Gerindra, yang kini sudah dipastikan mengusung dirinya, hanya memiliki satu kursi di DPRD Riau, padahal untuk mengsung sendiri minimal memiliki sembilan kursi.
Herman Abdullah ketika ditemui di sela acara pelantikan DPP Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) di Hotel Ibis, Pekanbaru, mengatakan saat ini dirinya dan tim masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik, terutama yang belum memiliki calon gubernur yang diusung pada Pilgubri mendatang. (drc)