TELUKKUANTAN – Harga bahan olahan karet (bokar) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terus menunjukkan trend positif. Pada pekan ini, harga bokar mencapai Rp20.459 per Kg, tertinggi dalam dua puluh tahun terakhir.

"Alhamdulillah, harga karet di tingkat petani mencapai Rp20.459 per Kg dan ini tertinggi dalam dua puluh tahun terakhir," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kuansing, Andri Yama Putra kepada GoRiau.com, Senin (25/5/2026) pagi di Telukkuantan.

Harga karet tersebut merupakan hasil lelang yang dilakukan oleh UPPB Maju Basamo Kopah pada Ahad (24/5/2026) malam. Karet yang dilelang sekitar 10 ton. Menurut Andri Yama, harga karet pada pekan ini mengalami kenaikan sebesar Rp334 dari pekan sebelumnya.

Kendati harga terus meningkat, produksi karet Kuansing terus menurun dari tahun ke tahun. Hal ini tidak terlepas dari semakin sedikitnya perkebunan karet dan telah berganti dengan komoditi kelapa sawit.

Data terakhir, kata Andri Yama, luas perkebunan karet di Kuansing sekitar 100 ribu hektare. "Dan pastinya selalu berkurang."

"Tahun kemaren saja, ada program peremajaan karet rakyat, tidak ada satu pun yang berminat. Program peremajaan karet ini berupa bantuan bibit dari Pemprov Riau," terang Andri Yama.

Di tengah semakin menipisnya perkebunan karet, Pemkab Kuansing mulai melakukan hilirisasi karet. Saat ini, sudah berdiri pabrik pengolahan karet dengan produk unggulan berupa karet gelang dan paving block.

"Program hilirisasi karet sudah berjalan, mesin sudah tersedia dan kita menunggu pelatihan produksi bagi anggota Gapoktan," kata Andri Yama.***