
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ada-ada saja ulah lucu Syarif warga Rintis Selatpanjang ini untuk meminta belas kasihan usai ditilang, Sabtu (25/1/2014) pagi di Jalan Merdeka Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Syarif memohon ke Kasatlantas Polres Kepulauan Meranti, Akp A Gea, agar sepeda motornya bisa dilepaskan, sebab Ia takut dimarahi istrinya.
"Tolonglah pak, saya takut dimarahi istri saya," kata Syarif ke Kasatlantas.
Kemudian Syarif kembali mengatakan bahwa sepeda motor tersebut harus digunakan istrinya untuk berjualan di kantin Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Menurut Syarif pula, tanpa honda (sebutan umum untuk semua merk sepeda motor di Selatpanjang, red) itu Istrinya tidak akan bisa pergi bekerja, sementara kalau meminjam motor tetangga Syarif tidak yakin tetangganya akan memberikan.
"Honda itu untuk istri saya bekerja. Kalau tidak ada honda istri saya tidak bisa ke tempat kerja, dan saya takut kantin di Kantor Bupati Meranti akan tutup," kata Syarif lagi sembali melemparkan berbagai alasan.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melalui Kasatlantas Polres Meranti ini terus memberikan pemahaman kepada Syarif akan pentingnya kelengkapan saat berkendara. Namun, apapun penyampaian A Gea, Syarif kurang menanggapi, sebab yang ada difikiran lelaki paruh baya itu bagaimana sepeda motornya bisa keluar.
"Kenapa bapak tidak mengenakan helm, padahal itu wajib saat berkendara," kata A Gea kepada Syarif sambil menjelaskan peraturan saat berkendara.
Namun, ditampik Syarif lagi, bahwa Ia sebenarnya ada helm, namun dibawa anaknya ke Sei Rawa. Sebelumnya Syarif juga mengatakan bahwa istrinya sudah berkali-kali mengingatkan saat berkendara harus hati-hati sebab sering razia. Namun, pesan hati-hati itu tidak dicerna Syarif sebagai pesan agar menggunakan helm saat berkendara.
Syarif juga meminta kepada Kasatlantas Kepulauan Meranti ini agar sepeda motor yang menjadi salah satu kendaraan beraktivitas dan bekerja itu bisa dikeluarkan. Mengingat jadwal sidang masih lama, yaitu tanggal 28 Februari 2014 mendatang.
"Pak, macam mane ni, hari ini Sabtu besok Minggu, Senin istri saya sudah harus bekerja. Kalau nunggu sidang kan masih lame," tanya Syarif untuk meminta kepastian.
Kemudian, menanggapi itu, A Gea menyampaikan bahwa mereka juga akan memikirkan bagi warga yang ditilang sementara kendaraan itu merupakan satu-satunya untuk mencari makan, maka A Gea memastikan bahwa kendaraan Syarif tidak akan ditahan selama itu, namun Syarif harus membuat perjanjian bahwa harus melengkapi kendaraan, tidak akan mengulangi perbuatan itu, dan ikut mensosialisasi kepada tetangga-tetangga terdekatnya.
Kepada GoRiau.com, ketika ditemui di sela-sela kegiatannya pagi itu, A Gea menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Masyarakat Selatpanjang yang sudah menggunakan helm dan mematuhi aturan lalu lintas.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah tertib lalu lintas," kata A Gea.
Pantauan GoRiau.com pagi itu di depan Kantor Satlantas Kepulauan Meranti Jalan Merdeka Selatpanjang, puluhan sepeda motor dan beberapa becak ditilang karena pengendaranya tidak mengenakan helm. Padahal, di lokasi yang sama Satlantas Polres Kepulauan Meranti telah berkali-kali menggelar operasi penertiban kepada pengendara yang tidak mengenakan helm namun seperti tidak ada efek jera kepada masyarakat.
Beberapa pengendara yang ditilang pagi itu sebenarnya mereka membawa helm namun tidak dipakai, melainkan helm itu digantung di motor ataupun diletak di dalam becak bagi pengendara becak motor.(zal)