SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pembunuhan sadir kembali terjadi di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Kali ini menimpa seorang pedagang di Pasar Sandang Pangan Selatpanjang. Selain membunuh korban dengan senjata tajam, pelaku juga sempat membakar ruko dengan maksud ingin menghilangkan barang bukti.
Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi Rabu kemaren, saat itu, Tjin Boe alias Ape (51) sedang membuka toko pagi hari sekitar pukul 5.00 Wib, namun tiba-tiba ada kawanan yang menyatroninya. Pelaku tidak hanya menganiayai korban tetapi juga membacok hingga pedagang yang sudah sangat akrab dengan warga setempat itu tewas.
Melihat korbanya tewas, pelaku juga berniat membakar ruko untuk menghilangkan barang bukti. Namun saat api mulai membesar, pedagang lainnya melihatnya dan segera memberi pertolongan. Setelah kawanan itu melarikan diri, pedagang yang ada di sekitar lokasi langsung memberi pertolongan dengan membawa korban ke klinik Sundari yang tak jauh dari lokasi pasar.
Saat divisum, mata warga Jalan Merdeka ujung No. 57 Pasar Sandang Pangan itu membiru dan pada bagian punggung terlihat luka bakar, sementara bagian kepala belakang dan leher terlihat ada beberapa bekas bacokan.
''Kita belum mendapatkan motif pembunuhan, saat ini masih dalam lidik. Kita juga sudah meminta keterangan beberapa saksi,'' ujar Kapolsek Tebingtinggi Irwan Harahap.
Irwan mengatakan sempat kesulitan untuk memintai keterangan dari keluarga, terutama istri korban. Apalagi saat ini keluarga sedang berduka. Untuk memudahkan penyelidikan, maka petugas terpaksa bekerja sama dengan tokoh Tionghoa untuk mengorek keterangan yang diperlukan petugas.
''Keterangan istri korban sangat penting karena menurut informasi di lapangan dialah orang yang pertama kali menemukan suaminya dalam keadaan bersimbah darah dan ketika kobaran api mulai menjalar di seluruh ruangan ruko itu,'' jelas Irwan. (kpt)