SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tjin Boe alias Ape, pedagang di Pasar Sandang Pangan Selatpanjang yang menjadi korban pembunuhan sadis di Pasar Sandang Pangan, Selatpanjang, semasa hidupnya dikenal baik dan rajin berdagang. Tjin Boe alias Ape selalu membuka toko pagi hari sekitar pukul 04.00 Wib.

Dari penuturan para pedagang, Tjin Boe alias Ape bukanlah pedagang baru, sejak dulu dia telah menempati ruko yang ditempatinya. Da uniknya, dia selalu membuka toko sekitar pukul 04.00 Wib pagi.

''Awalnya kami hanya menyangka terjadi kebakaran, makanya kami segera memberi pertolongan, tapi ternyata sebelumnya sudah ada pembunuhan,'' ujar salah seorang pedagang.

Pertolongan saat itu, langsung datang dari para pedagang, namun setelah api dapat dijinakkan ternyata pemilik toko sudah meninggal dengan darah di lantai.

Menurut Tjuan An, teman dekat korban yang juga Sekretaris Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUBB) kepada wartawan mengatakan, korban selama ini dikenali berkelakuan baik. Korban dipercaya menjadi Ketua Pengurus Cetya (tempat beribadah lebih kecil dari vihara ) Patria Sakti.

''Terakhir kali saya ketemu dia (Aphe) pada Selasa kemarin. Dia tampak baik-baik saja dan tidak menunjukkan firasat apapun. Apalagi korban semasa hidupnya taat beribadah. Setahu saya korban juga tak pernah memiliki musuh. Makanya kami semua shock mendengar korban sudah dibunuh,'' sebut Tjuan An.

Tjuan An berharap kepolisian dapat mengungkap motif pembunuhan tersebut agar keluarga dan handai taulan yang ditinggalkan bisa memahami apa sebenarnya yang terjadi. (kpt)