PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau atas penyelenggaraan upacara Tepuk Tepung Tawar bagi para pemimpin daerah yang terpilih. Acara yang berlangsung Sabtu (1/3/2025) siang ini menjadi lebih bermakna karena bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 H, menandai awal bulan suci bagi umat Islam.

"Saya tidak menyangka bahwa hari ini tepat 1 Ramadan, 1 Maret. Artinya, kita bersatu. Ini awal yang baik, mudah-mudahan menyediakan ruang perhimpunan dalam suasana adat untuk kemaslahatan bersama," ujar Abdul Wahid dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa Riau sebagai tanah Melayu memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

"Adat seperti ini tidak boleh kita lupakan. Ini adalah tradisi yang berkaitan erat dengan siklus kehidupan dan perwujudan rasa syukur serta penghormatan kepada warisan leluhur," tambahnya.

Upacara Tepuk Tepung Tawar memiliki makna mendalam sebagai bentuk doa dan harapan agar masyarakat Riau senantiasa diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Abdul Wahid pun mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut.

"Alhamdulillah, ini adalah nikmat yang patut kita syukuri. Selain itu, acara ini juga mempererat silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat," ucapnya.

Sebelum menutup sambutannya, Gubernur Riau terpilih itu meminta bimbingan dari LAM Riau dalam menjalankan tugasnya ke depan.

"Kami ingin terus belajar dan dibimbing oleh lembaga adat agar dapat menjalankan amanah dengan baik," pungkasnya.

Upacara ini menjadi pengingat pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun Riau yang lebih baik, terutama dalam menjaga budaya Melayu yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. ***