
PEKANBARU, GORIAU.COM - Produksi tanaman padi di Riau mengalami penurunan sepanjang 2014 ini. Selain banjir yang menyebabkan petani gagal panen, alih fungsi lahan yang terjadi di beberapa kabupaten dan kota juga menjadi penentu penyebab terjadinya 'abrasi' produksi padi.
Pada 2013 lalu, tercatat sebesar 434.144 ton GKG padi yang dihasilkan, sementara untuk 2014, menjelang tutup akhir tahun hanya memproduksi sebesar 356.281 ton GKG.
Kepala Bidang Pangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, Gusriani menyebutkan, jika dikalkulasikan, terjadi penuruan produksi padi sebesar 17,94 persen.
"Ini dikarenakan terjadinya pengurangan luas lahan sawah yang terjadi sejak 2012 hingga 2014," kata Gusriani.
Pada 2012 saja, kata Gusriani, terdata seluas 189.545 hektar lahan yang bisa ditanami, pada 2013 hanya tersisa seluas 88.653 hektar. "Termasuk diantaranya alih fungsi lahan di beberapa daerah," sambungnya.
Penyebab lainnya adalah kemarau panjang dalam rentang waktu Januari-Agustus 2014. Kemudian menyusul pada September-Desember yang diharapkan bisa mencapai target akhirnya harus gagal panen.
"Setelah kemarau, sebagian besar wilayah Riau mengalami banjir. Dampak besar yang ditimbulkan tentu saja tanaman mengalami gagal panen," tukas Gusriani.***