
DURI, GORIAU.COM - Kematian gajah liar di Riau semakin memprihatinkan, kurun waktu belakangan ini. Pasalnya, bangkai gajah yang ditemukan mati di areal HTI PT Arara Abadi Distrik Duri 2, bukan kali ini saja. Dimana sebelumnya di dusun Suluk Bongkal, desa Koto Pait, kecamatan Pinggir, kabupaten Bengkalis, pernah terjadi pembunuhan gajah liar untuk diambil gadingnya.
Informasi yang dihimpun GoRiau.com dari tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau wilayah III kantong Balairaja, bahwa kondisi bangkai gajah jantan sudah membengkak, membusuk dan kedua gadingnya pun hilang. Beserta tim medis BBKSDA Riau didampingi pihak Polsek Pinggir serta pihak PT Arara Abadi Distrik Duri 2, turun ke TKP untuk melakukan otopsi pada bangkai gajah, Senin (22/6/2015) sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
"Bangkai gajah jantan ini kita temukan dikawasan PT Arara Abadi kilometer 52 dusun Suluk Bongkal, desa Koto Pait, kecamatan Pinggir, kabupaten Bengkalis, Riau," ungkap Kepala Resort BBKSDA Riau Kantong Balairaja, Amson Daulay kepada GoRiau.com, Selasa (23/6/2015) siang.
Bangkai gajah jantan itu diperkirakan sudah mati seminggu yang lalu, kata Amson Daulay. Untuk dugaan sementara, menurutnya kematian gajah liar yang dilindungi ini akibat diracun yang disuntikkan ke dalam buah nanas yang dimakan gajah tersebut.
"Saat dilakukan otopsi, tim medis menemukan potongan nanas didalam ususnya. Dugaan sementara penyebab kematiannya akibat diracun dari buah itu. Namun apa penyebab pasti kematian gajah ini masih menunggu hasil otopsi yang sudah dikirim ke labor ke Bukitinggi," kata Amson menjelaskan.
Apakah gajah ini keracunan karena makanannya atau sengaja dibunuh dengan meracuni makanannya, untuk mendapatkan gading gajah remaja ini, pihak BBKSDA Riau tidak berani menyimpulkan. Namun membenarkan bahwa gading gajah jantan itu telah hilang pada saat bangkainya ditemukan.
"Untuk gajah jantan remaja itu panjang gading sekitar 40 centimeter. Nah itu gadingnya tidak ada lagi saat bangkainya ditemukan. Diduga gadingnya sudah diambil oknum. Sebab di TKP leher gajah diganjal dengan kayu, yang tinggal hanya pangkal gading. Gadingnya sudah dicabut. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada gajah itu," tutup Amson kepada GoRiau.com.(ric)