PEKANBARU, GORIAU.COM - Sudah dilantiknya Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) berada ditingkat kabupaten/kota serta telah dilakukannya penandatanganan fakta integritas, harus menjadi pertanda dimulainya pekerjaan PPK dan PPS. Pekerja yang harus dijaga adalah rekapitulasi data.

"Saya minta kepada anggota PPK dan PPS secara kontinyu melakukan rekapitulasi data yang masuk dari seluruh RT. Karena, ada kelemahan yang sering terjadi yakni data primer sering dianggap sebagai data yang kurang penting, padahal itu sangat penting,'' ujar Ketua KPU Riau Tengku Edi Sabli, Selasa (5/3/2013).

Ia mengatakan, PPK dan PPS sebagai perpanjanganya tangan KPU di kecamatan dan kelurahan memiliki peranan sentral dan strategis guna memverifikasi data pemilih.

"PPK dan PPS harus secara langsung ke lapangan. Sehingga permasalahan pindah alamat pemilih, pemilih yang telah mangkat (meningal dunia,red) dan lain-lain dapat terekam dengan baik," katanya.

Karena itu, sebutnya, tugas dan pekerjaan yang diemban PPK dan PPS memerlukan keuletan, keteguhan, kejujuran dan disiplin. Makanya PPK dan PPS harus menegakkan integritas dan tetap menjaga netralitas melaksanakan tugasnya dengan baik. Bertanggung jawab di dalam Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

Edi juga mengatakan, untuk memberikan pemahaman akan tugas kepada PPK dan PPS maka perlu dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagaimana tahapan-tahapan yang telah disusun. Ini agar PPK dan PPS paham betul tahu tentang teknis dan tugas pemungutan, penghitungan, rekapitulasi penghitungan suara itu secara benar. (rdi)