SIAK – Kepergian mantan Bupati Siak periode 2001–2011, Arwin AS (Arwin bin Ahmad Saruji) memicu gelombang duka di tengah masyarakat setempat. Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas wafatnya tokoh daerah tersebut pada Sabtu (31/10/2026) pukul 07.28 WIB, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mengeluarkan seruan resmi agar seluruh elemen warga menggelar salat ghaib dan doa bersama.

Arahan tersebut tertuang secara spesifik dalam Surat Imbauan Nomor 400/SETDA-KESRA/26 Tahun 2026. Melalui surat edaran ini, Bupati Siak, Afni Zulkifli meminta pengurus masjid, musala, instansi pemerintah, pondok pesantren, sekolah, hingga lembaga swasta untuk meluangkan waktu mendoakan almarhum.

"Kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan salat ghaib secara berjamaah setelah salat fardu di masjid dan musala masing-masing," sebut Afni, Minggu (1/11/2026).

Selain pelaksanaan salat ghaib, warga juga diajak untuk menggelar pembacaan Surah Yasin, tahlilan, dan doa bersama selama tiga hari berturut-turut terhitung sejak Sabtu (31/10/2026). Kegiatan spiritual ini dapat diselenggarakan secara mandiri maupun komunal di lingkungan kelurahan, desa, dusun, hingga ke tingkat rumah ibadah setempat.

Lewat surat edaran yang sama, pemerintah daerah menjadikan gerakan ini sebagai ikhtiar batiniah kolektif untuk mengiringi kepergian sosok yang pernah memimpin Siak selama satu dekade tersebut.

"Mari kita ketuk pintu langit dan menadahkan tangan bersama-sama, memohon agar segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan ditempatkan di tempat terbaik-Nya," papar Afni merujuk pada pesan tertulis di surat edaran tersebut.

Mengakhiri seruannya, jajaran Pemkab Siak turut menyampaikan rasa terima kasih atas simpati, perhatian, serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat yang bersedia meluangkan waktu untuk melaksanakan anjuran doa bersama ini. ***