JAKARTA – Masa depan gelandang muda Barcelona, Fermin Lopez, kini berada di ujung tanduk. Di tengah isu perpecahan internal dan tekanan finansial, sang pemain dilaporkan semakin dekat untuk bergabung dengan Chelsea sebelum jendela transfer musim panas ditutup.

The Blues dikabarkan siap menggoda Lopez dengan tawaran gaji dua kali lipat dari yang ia terima di Barcelona. Namun, Blaugrana memasang harga tinggi, yakni 70 juta euro atau sekitar Rp 1,3 triliun. Chelsea sendiri baru membuka negosiasi di angka 50 juta euro (Rp 951 miliar).

Di balik rumor kepindahan ini, ada kekecewaan pribadi Lopez. Gelandang jebolan La Masia itu disebut frustrasi setelah tidak dimainkan di babak kedua saat Barcelona menghadapi Levante. Ia juga merasa perannya di bawah asuhan Hansi Flick semakin berkurang.

Situasi kian memanas setelah jurnalis Joan Fontes mengungkapkan adanya perselisihan Lopez dengan sejumlah rekannya di ruang ganti. Bahkan, penasihat klub Alejandro Echevarria—orang dekat Presiden Joan Laporta—disebut mendorong manajemen agar mempertimbangkan penjualan sang pemain ke Liga Inggris.

Kapten tim, Marc-Andre ter Stegen, sempat turun tangan meredakan konflik, namun tensi di ruang ganti belum mereda. Isu semakin liar setelah Lopez menulis pesan ambigu soal “orang jahat dan pengkhianatan” di akun Instagram miliknya.

Barcelona sebenarnya enggan kehilangan pemain lagi setelah ditinggal Inigo Martinez. Namun, kondisi keuangan membuat mereka terbuka terhadap penawaran besar. Lopez yang kini sedang berlibur di Kepulauan Balearic bahkan disebut belum merespons panggilan klub untuk membicarakan masa depannya.

Chelsea diyakini menawarkan bukan hanya gaji besar, tetapi juga jaminan peran utama di skuad. Dengan konflik internal yang belum tuntas dan tekanan finansial, peluang Fermin Lopez meninggalkan Barcelona menuju London tampak semakin besar. ***