
PEKANBARU – Gubernur Riau, Abdul Wahid, telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk pelaksanaan assessment calon pejabat eselon I dan II di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Pansel ini diketuai oleh Ilyas Husti dan melibatkan sejumlah rektor dari perguruan tinggi di Riau sebagai anggota.
Namun, proses mutasi dan pergantian pejabat kerap diwarnai isu adanya “titipan” dari pihak-pihak berkepentingan. Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ikhwan, meminta agar Pansel bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh oleh intervensi luar.
"Pesan kita kepada Pansel, bekerjalah secara profesional tanpa bisa diintervensi dari luar. Kita ingin pejabat yang menduduki jabatan eselon I dan II adalah orang-orang yang betul-betul memiliki kompetensi dan mampu bekerja secara maksimal sesuai bidangnya," ujar Parisman kepada GoRiau.com, Jumat (2/5/2025).
Parisman menekankan pentingnya integritas dalam proses seleksi, agar pejabat yang terpilih benar-benar layak menduduki posisi strategis di pemerintahan.
Sementara itu, informasi dari Pemerintah Provinsi Riau menyebutkan bahwa jadwal pelaksanaan assessment belum ditetapkan. Hal ini dikarenakan Pemprov masih menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) terkait keanggotaan Pansel. ***