RENGAT, GORIAU.COM - Tidak selesainya proyek pembangunan Pasar Simpang Empat Belilas, Indragiri Hulu, Riau merupakan bukti tidak tepatnya perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan. Jika sudah begini, maka yang dirugikan adalah masyarakat, karena bangunan yang tidak tuntas menyisakan kemacetan akibat pedagang berjualan di tepi jalan dan menyebabkan kesemrawutan.
Ketua Komisi A DPRD Indragri Hulu, Suradi yang dihubungi GoRiau.com pagi ini mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan terbengkalainya pembangunan Pasar Simpang Empat Belilas. Pasar itu tergolong padat dan sejak dilakukan pembangunan, pedagang berjualan di tepi jalan dan sering menimbulkan kemacetan.
''Seharusnya kontraktor bekerja tepat waktu, sehingga masyarakat tidak terlalu lama mendapatkan kesulitan. Kalau kontraktor yang sekarag tak sanggup, dinas harus mencari kontraktor lain yang mampu bekerja tepat waktu. Antara realisasi anggaran, waktu, dan ketepatan pembangunan harus sejalan. Kita minta tahun 2013 mendatang harus selesai dan dianggarkan kembali,'' tegasnya.
Untuk diketahui, Pasar Simpang Empat Belilas merupakan pusat perdagangan yang cukup padat, namun sejak dilakukan pembangunan, pedagang menggunakan sebagian badan jalan, akibatnya, sering terjadi kemacetan. Pembangunan pasar baru ini diharapkan bisa tepat waktu sehingga pedagang bisa kembali ke dalam pasar dan jalan pun bisa diperbaiki. (aun)