PEKANBARU, GORIAU.COM - Sejak pertama ditubuhkan (didirikan-red) pada tahun 2000 hingga sekarang Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) terus berkembang dan hingga saat ini sudah terdapat 13 negara yang bergabung di Sekretariat DMDI.
''DMDI terus berusaha bagaimana kite ingin meningkatkan lagi atau memperkasekan orang Melayu umat Islam di seluruh dunia,'' kata Presiden DMDI Datuk Seri Haji Mohd Ali bin Mohd. Rustam dalam Syarahan Perdana bertajuk Memperkasa Perpaduan Dunia Melayu Dunia Islam, Bersempena Peringatan tahun baru Islam 1435 H, di Balai Adat Melayu Riau, Senin (18/11/2013).
Hadir pada kesempatan tersebut Asisten III Setdaprov Riau Hardy Djamaluddin, Ketua Umum MKA LAM Riau Dr. H Tenas Effendy, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Al Azhar, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), para pengurus LAM Riau, perwakilan mahasiswa, dan jemputan lainnya.
Datuk Seri Haji Mohd Ali mengaku merasa gembira dengan kegiatan-kegiatan DMDI yang semakin bersemangat termasuk saat ini ada 13 negara yang sudah bergabung di Sekretariat DMDI ini.
Menurut Datuk Seri Haji Mohd Ali, baru-baru ini, DMDI mengadakan Konvensyen DMDI ke-13 di Melaka. Pada Konvensyen ini, DMDI bukan saja membahas perkara-perkara [hal-hal] seperti tujuan DMDI untuk merapatkan tali silaturahim antara umat Melayu dan umat Islam di seluruh dunia. ''Kite juge telah memperbincangkan mengenai agama kite yaitu Islam, hal-hal ekonomi dan pendidikan,'' katanya.
Datuk Seri Haji Mohd Ali juga mengatakan pada Konvensyen tersebut telah berhasil memilih semula jawatan kuasa atau Majelis Tinggi DMDI periode empat tahun yang akan datang.
Pada kesempatan tersebut Datuk Seri Haji Mohd Ali juga ada menyebutkan mengenai asal usul orang Melayu dimana ada yang mengatakan orang Melayu berasal dari negeri Cina. ''Penemuan terbaru menyebutkan orang Melayu berasal dari Timur Tengah, sampai ke Tanah Melayu dan Nusantara,'' katanya.
Dia mengatakan DMDI telah memperbincangkan asal usul orang Melayu secara lebih rinci dengan penemuan-penemuan baru menerusi kajian-kajian sains dan termasuk kajian genetika melalui tes DNA.
''Dengan mengambilkira darah sehingga dapat diketahui seseorang itu orang Melayu atau bukan. Namun sebenarnya umat manusia ini berasal dari keturunan Nabi Adam AS,'' jelasnya.
Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Dr. H. Tenas Effendy mengatakan dalam rangka memperingati Tahun Baru 1435 Hijriyah, LAM Riau sengaja menaja pertemuan ini.
''Semoga ke masa hadapan kita semua beroleh keberkahan dalam menjalani kehidupan ini dalam kehidupan yang rukun dan damai, sejahtera lahiriah dan batiniah,'' kata Tenas.
Mengenai tema Perpaduan Dunia Melayu Dunia Islam, menurut Tenas, pada hakikatnya untuk mewujudkan dan mengekalkan kehidupan yang sejahtera lahiriah dan batiniah dalam berumah tangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama bagi dalam Alam Melayu di permukaan bumi ini.
''Kita berazam, keberadaan DMDI sejak 13 tahun silam, serta LAM Riau sejak 52 tahun yang lalu, dapat menjadi kekuatan umat Islam dalam meningkatkan perpaduan dan persebatiannya, yang selanjutnya mampu mengangkat tuah, marwah, harkat, dan martabat kemelayuan sedunia,'' kata Tenas.
Gubernur Riau yang diwakili Asisten III Setdaprov Riau Hardy Djamaluddin memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Dia mengatakan keberadaan DMDI diharapkan dapat menjadi alat positif dalam menyatukan masyarakat Islam di dunia, khususnya dalam memperkokoh permartabatan tamadun Melayu serumpun. (rls)