PEKANBARU - Siti Komala Dewi mengaku sangat gerah karena dituding suaminya sendiri, Karel Z, berselingkuh dengan anggota DPD RI terpilih dapil Riau, Abdul Hamid.

Kepada Goriau.com, warga Kerinci Kanan, Kabupaten Siak ini menegaskan, bahwa tudingan yang ditujukan kepada dirinya tidak benar sama sekali.

"Itu semua tidak benar. Saya itu adalah tim suksesnya Pak Hamid. Kebetulan saya memang ring satunya beliau," katanya, Sabtu (18/5/2024) akhir pekan kemarin.

Siti menjelaskan, dirinya memang dekat dengan Hamid, namun bukan sebagai pasangan, melainkan sebagai anggota tim sukses.

"Bisa dibilang saya orang kepercayaan beliau, karena saya tangan kanan dia selama Pemilu kemarin. Jadi wajar ke mana-mana beliau, saya ngikut," jelasnya.

Dikenalkan Suami

Lebih lanjut Siti menceritakan, awalnya ia dikenalkan kepada Abdul Hamid oleh Karel, yang tak lain adalah suaminya sendiri. Ketika itu, ia diajak bergabung masuk ke tim sukses Abdul Hamid. Kemudian ia pun mengikuti jejak sang suami menjadi anggota tim sukses bagi Abdul Hamid.

Namun seiring berjalannya waktu, Karel berpindah haluan. Ia beralih menjadi pendukung calon lain yang merupakan kompetitor Hamid. Namun Siti tetap bertahan menjadi pendukung Abdul Hamid.

"Dulu tu saya tidak kenal dengan Pak Abdul Hamid ini. Karel inilah yang mengenalkan saya, dia juga masuk tim suksesnya Abdul Hamid beserta teman-teman saya. Namun entah bagaimana, tiba-tiba Karel dan teman-teman saya ini pindah ke kubu sebelah, cuma saya yang bertahan di pihak Abdul Hamid," terangnya.

Ia juga menjelaskan, pihaknya tidak takut untuk menuntut balik Karel Z, atas pencemaran nama baik.

"Saya selama ini hanya diam karna anak-anak. Meskipun saya juga mendapatkan KDRT dari dia, saya tetap diam. Tapi kali ini, saya akan lawan dia termasuk orang-orang di belakangnya," pungkasnya.

Dituduh Rebut Istri Teman

Sebelimnya diberitakan, Karel Z, warga Kecamatan Kerinci Kanan, Siak, Riau, melaporkan anggota DPD RI terpilih dapil Riau, Abdul Hamid, ke Polda Riau, dengan tuduhan merebut istrinya, SK.

Abdul Hamid membantah tuduhan itu. Ia menduga, isu itu sengaja dibesar-besarkan untuk menjatuhkan nama baiknya. Karena itu ia menegaskan akan menuntut balik pihak yang melaporkannya.

Karel Z didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Rifera dan Paramitra, Romi Dedhasri, SH, di Pekanbaru, Jumat (17/5/2014), menuturkan, Abdul Hamid yang merupakan temannya sejak lama, telah menikah siri dengan SK (istri Karel) sejak Pemilu 2024 lalu.

“Padahal selingkuhannya ini merupakan teman baik saya, sering makan di rumah saya,” ujarnya.

Tak terima dengan tindakan SK dan Abdul Hamid, Karel melaporkan dugaan perselingkuhan keduanya ke pihak Kepolisian.

“Bahkan sampai saat ini statusnya masih istri saya. Tapi saya sudah buat laporan ke polisi untuk ditangani lebih lanjut,” jelasnya.

Karel Z membeberkan, setelah masalah itu terkuak, ia sudah melakukan pengusiran terhadap istrinya. Selanjutnya, ia mengumpulkan bukti-bukti untuk dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Saya juga menemukan penghulu yang menikahkan mereka berdua secara siri. Namanya Zamri. Saat ditanyai memang benar bahwa mereka berdua sudah menikah,” terangnya lagi.

Karel mengaku sakit hati atas perlakuan istrinya yang tega mengkhianatinya. Padahal mereka telah mengarungi bahtera rumah tangga selama lebih dari 20 tahun .

“Mereka berdua menikah siri. Ketika akan dinikahkan, keduanya mengaku duda dan janda. Padahal sekali pun tidak pernah saya menjatuhkan talak kepadanya,” bebernya lagi.

Menurut pengakuan Karel, saat ini ia masih berupaya untuk menyimpan permasalahan ini dari anak-anaknya.

“Bahkan sampai saat ini, anak-anak masih belum tahu. Mereka cuma tahu ibunya pergi tapi tidak tahu apa masalahnya,” pungkasnya.

Akan Tuntut Balik

Sementara itu Abdul Hamid yang dikonfirmasi terkait hal itu, langsung membantah tudingan itu. Bahkan ia menegaskan, akan menuntut balik pihak yang telah menuduhnya merebut istri orang lain.

“Kita ini orang beragama, tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Ini sudah masuk dalam pencemaran nama baik, jadi saya akan tuntut balik orang itu,” tegasnya.

Ia mengaku terkejut saat dimintai keterangan atas tuduhan merebut istri orang tersebut.

“Saya pun terkejut tiba-tiba diperiksa untuk dimintai keterangan. Saat saya tanya ke Karel tanggal berapa nikahnya, di mana nikahnya, dia tidak bisa memberikan bukti yang kuat,” jelasnya.

Abdul Hamid menerangkan, tuduhan yang dilayangkan kepadanya murni berita hoaks.

“Saya tidak kenal dengan penghulu yang katanya membantu menikahkan saya itu, katanya saya menikah sekitar bulan Februari. Sedangkan saya waktu itu sedang sibuk dengan Pemilu,” terangnya.

Anggota DPD RI terpilih itu menduga, pihak Karel Z menuding dirinya berbuat demikian lantaran karena ada persaingan politik.

“Kuat dugaan ada orang di belakang Bang Karel, karena kebetulan saya yang duduk di DPD RI,” bebernya.

Benarkan Ada Laporan

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Hery Murwono saat dikonfirmasi Sabtu (18/5/2024), membenarkan adanya laporan yang disampaikan pihak Karel Z. Dikatakannya, laporan itu disampaikan yang bersangkutan pada 23 April 2024. Selanjutnya, laporan itu diregister dengan nomor: LP/B/113/IV/2024/SPKT/POLDA RIAU.***