SELATPANJANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau akan melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idulfitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Kepala Disperindag Kepulauan Meranti, Marwan, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau ketersediaan dan distribusi bahan pokok agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Setiap hari kami turun ke lapangan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap terjaga. Sejauh ini, ketersediaan sembako cukup dan distribusinya lancar. Satu-satunya komoditas yang berasal dari produksi lokal adalah beras, yang akan mulai panen pada bulan Maret," ujar Marwan saat pertemuan dengan pihak DPRD yang berlangsung di DPRD Kepulauan Meranti, Senin (17/3/2025).

Selain memastikan stok mencukupi, Disperindag juga mencatat bahwa harga sembako sejak awal ramadhan masih dalam batas normal, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga.

"Sejak awal ramadan hingga saat ini harga bahan pokok masih stabil, tidak ada lonjakan yang signifikan. Misalnya, harga cabai merah yang sebelumnya Rp60 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp55 ribu per kilogram," jelas Marwan.

Selanjutnya kata Marwan, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga, Disperindag telah berkoordinasi dengan para agen dan distributor untuk mendapatkan suplai sembako dengan harga lebih terjangkau.

"Jika ada kelangkaan dari Sumbar atau Sumut, kami sudah berkoordinasi dengan agen agar dapat mengambil stok dari Batam yang notabene harganya lebih murah," tambahnya.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, baik oleh DPRD maupun Disperindag, diharapkan harga bahan pokok tetap stabil hingga Idulfitri. Masyarakat pun dapat menjalankan ibadah di bulan suci dan merayakan hari kemenangan tanpa khawatir terhadap lonjakan harga yang memberatkan.

"Kami akan terus melakukan pemantauan hingga menjelang lebaran agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang wajar," tegas Marwan. ***