TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Total pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2015 diproyeksikan mengalami kenaikan sebesar 2,81 persen, dari sebesar Rp1,790 triliun pada APBD 2014 menjadi sebesar Rp1,840 triliun pada APBD tahun 2015. Kenaikan total pendapatan daerah ini bersumber dari pendapatan yang sah, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan terjadi penurunan.

Seperti yang dijelaskan Asisten II Setdakab Inhil, Fauzan Hamid saat rapat internal bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil dalam pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Inhil, Senin (17/11/2014) sore.

Dijelaskan Fauzan, PAD akan mengalami penurunan sebesar 6,90 persen, dari sebesar Rp107,879 miliar pada APBD-P 2014 menjadi sebesar Rp100,433 miliar pada RAPB tahun 2015. Hal ini dikatakannya disebabkan terjadinya penurunan target pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain.

''Dasar perhitungan penetapan target PAD pada tahun 2015 tersebut berdasarkan realisasi PAD yang belum dapat diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil, disamping melihat kecenderungan dan dinamika pertumbuhan ekonomi Inhil dalam satu tahun kedepan,'' jelas Fauzan.

Ia juga menambahkan, dana perimbangan diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,48 persen, dari sebesar Rp1,489 triliun pada APBD-P 2014 menjadi sebesar Rp1,467 triliun pada RAPBD tahun 2015.

Sementara itu, dikatakan Fauzan lagi, pada penyusunan RAPBD Inhil tahun 2015, diperkirakan perimbangan pendapatan dan belanja daerah akan mengalami defisit sebesar Rp400,022 miliar. Defisit tersebut selanjutnya akan ditutup melalui pembiayaan, dimana Silpa tahun 2014 diperkirakan sebesar Rp428,201 miliar.

''Silpa tersebut selain untuk menutup defisit, juga akan digunakan untuk pengeluaran pembiayaan sebesar Rp5,475 miliar dan sebagai Silpa berkenaan sebesar Rp22,696 miliar. Pengeluaran pembiayaan digunakan untuk penyertaan modal di Bank Riau, sedangkan Silpa berkenaan terdiri dari dana reboisasi dan sisa Dana Alokasi Kusus 2011,2012,2013 dan 2014,'' tutup Fauzan.(ayu)