
PEKANBARU - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Pekanbaru, Indra Gunawan Eet memanggil dua orang Calon Ketua DPD II Golkar Pekanbaru, Ida Yulita Susanti dan Sahril untuk bertemu dalam kamar hotel.
Hal tersebut disampaikannya usai mengskorsing Musda sampai ba'da Dzuhur. Selang waktu inilah yang dipakainya untuk menjadi penengah antara Ida Yulita dan Sahril.
Pemanggilan dua orang kader Golkar ini diharapkan bisa menjadi penengah dalam dinamika Musda Golkar Pekanbaru yang cukup panas, sehingga semuanya berujung aklamasi.
"Golkar itu kan Munas dan Musda-nya diharapkan aklamasi. Memang dinamika yang kita lalui sangat luar biasa. Karena Musda ini forum tertinggi, InsyaAllah Musda akan berjalan baik sesuai harapan dan amanah kami, kalau perlu Aklamasi," ujar politisi yang biasa disapa Engah Eet ini kepada wartawan usai meminta dua orang kader tersebut menuju kamar hotel yang dimaksud, Minggu (30/8/2020).
Rekomendasi dari DPP dan DPD Golkar Riau, lanjut Engah, sangat merekomendasikan setiap Musda bisa berjalan dengan aklamasi, termasuk Pekanbaru. Hal ini untuk menghilangkan potensi kericuhan seperti di Indragiri Hulu.
"Inhu itu tak terduga. Mungkin karena kesibukan di Jakarta, jadi kita lost control. Itu biasa. Tak mungkin semua berjalan baik. Tak semuo kelapo tu satu tandan bagus. Jadi saya diamanahkan untuk memediasi," tutupnya.
Sementara itu, Engah Eet tampak meninggalkan ruangan Musda Golkar Pekanbaru untuk menjadi penengah antara Ida Yulita dan Sahril. ***