JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito resmi melantik Suhajar Diantoro menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) definitif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Gedung Sasana Bhakti Praja Kantor Pusat Kemendagri, Kamis (10/3/2022).

Suhajar dilantik berdasarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30/TPA Tahun 2022. Ia sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekjen Kemendagri sejak Oktober 2021, menggantikan Muhammad Hudori yang wafat pada Minggu (24/10/2021).

Dalam kesempatan ini, Mendagri juga melantik empat pejabat pimpinan tinggi madya lainnya di lingkungan Kemendagri yakni:

1) Agus Fatoni sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) dari jabatan sebelumnya Pelaksana Harian (Plh.) Dirjen Bina Keuda.

2) Eko Prasetyanto Purnomo Putro menjadi Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) dari jabatan sebelumnya Plh. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemendagri. BKSDN adalah perubahan nomenklatur dari Balitbang Kemendagri.

3) Sugeng Hariyono menjadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dari jabatan sebelumnya Plt. Dirjen Bina Bangda.

4) Teguh Setyabudi menjadi Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) dari jabatan sebelumnya Kepala BPSDM Kemendagri.

"Saya Menteri Dalam Negeri berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30/TPA Tahun 2022 tanggal 4 Maret 2022 dengan ini saya resmi melantik Saudara-Saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Saya percaya bahwa Saudara-Saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan," terang Mendagri saat membacakan kata-kata pelantikan, sebagaimana dikutip GoRiau.com.

Dalam arahannya, Mendagri menuturkan, pelantikan tersebut untuk mengisi kekosongan sejumlah kursi jabatan dengan pejabat definitif. Pejabat definitif itu dibutuhkan agar lebih firm, tegas, dan jelas dalam melaksanakan tugasnya. Pelantikan ini juga untuk memberikan kepastian sekaligus upaya kaderisasi dan regenerasi organisasi. Selain itu, kata Mendagri, langkah ini juga untuk menyegarkan lingkungan organisasi dan memacu lahirnya inovasi baru.

"Saya tentu berharap pada teman-teman yang diberi kepercayaan oleh Bapak Presiden, oleh Keppres beliau, tolong laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," ujar Mendagri Tito.***