
SIAK - Bupati Siak, Afni Zulkifli resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Buatan II, Kecamatan Koto Gasib. Acara khidmat ini berlangsung di Aula Kantor Camat Koto Gasib, Minggu (14/6/2026), dan mencatatkan nama Abdul Wardani sebagai Ketua Bapekam termuda di Kabupaten Siak, Riau karena masih berusia 26 tahun.
Dalam arahannya, Afni Zulkifli menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintahan saat ini sedang mengalami perubahan mendasar. Memasuki tahun 2026, pemerintah daerah wajib menyelaraskan langkah dengan kebijakan pusat. Oleh karena itu, pengawasan terhadap setiap program di tingkat kampung menjadi sangat krusial agar target pembangunan tercapai secara maksimal dan tepat sasaran.
Orang nomor satu di Kabupaten Siak tersebut juga mengingatkan seluruh elemen pemerintahan kampung untuk bersiap menghadapi berbagai tantangan ke depan, terutama terkait keterbatasan ruang fiskal daerah.
"Kita harus belajar cepat untuk memahami bagaimana menghadapi ruang fiskal yang sempit, serta tetap yakin dan percaya bahwa setiap kebijakan yang diambil bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat," urainya.
Usai prosesi pelantikan, Ketua Bapekam Buatan II, Abdul Wardani langsung menyoroti fungsi strategis lembaganya dalam roda pemerintahan kampung. Ia mengibaratkan peran Bapekam layaknya anggota dewan yang bertugas mengawal jalannya roda pemerintahan di tingkat desa agar terhindar dari praktik penyimpangan kekuasaan maupun dana.
"Selayak anggota dewan, Bapekam menjadi tulang punggung dalam pengawasan pemerintahan kampung agar terjadi keseimbangan dan tidak ada penyelewengan dalam menggunakan anggaran, apalagi keadaan fiskal saat ini sangat sulit seperti yang telah disampaikan oleh bupati," ungkapnya.
Sebagai figur pemimpin muda, Abdul Wardani berkomitmen untuk mendorong lembaganya agar lebih proaktif dan inovatif. Fokus utamanya adalah mendata sekaligus memaksimalkan pemanfaatan aset kampung demi mendongkrak Pendapatan Asli Kampung (PAK). Strategi jangka panjang ini mencakup pengelolaan lahan produktif dan pembinaan terarah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Menurutnya, situasi perekonomian dan keterbatasan anggaran saat ini tidak boleh menyurutkan tekad para aparatur kampung untuk terus berinovasi membangun wilayahnya.
"Ini bukan melemahkan semangat kita, tetapi menjadi dorongan bagi kita semua untuk bangkit bersama dari kondisi yang ada," tegasnya.
Kegiatan pelantikan pengurus Bapekam ini turut disaksikan oleh Camat Koto Gasib, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Siak, dan Kapolsek Koto Gasib. ***