SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengatakan, kenakalan anak-anak pada masa sekolah merupakan hal yang wajar. Sebagai seorang Ayah, dirinya juga merasakan persoalan itu dalam mendidik ketiga anaknya yang saat ini sudah mulai tumbuh dewasa.

"Anak nakal itu biasa, apalagi di zaman serba teknologi sekarang ini, anak-anak punya handphone dan pakai motor ke sekolah. Anak saya yang kecil Riski, waktu sekolah di SMA 1 Pekanbaru, mamanya sering dipanggil guru ke sekolah karena kenakalan Riski. Dari guru konseling, mamanya baru tahu Riski sering terlambat dan kadang-kadang tak masuk karena mamanya terlalu keras mendidik. Sering dimarah-marahi. Setelah saya dan istri memahami hal itu, dan merubah sikap, akhirnya Riski pelan-pelan juga berubah dan mau mendengar nasehat orangtuanya hingga dia melanjutkan sekolah di IPDN," cerita Bupati dihadapan ratusan kepala SD dan SMP se-Siak saat menghadiri acara sosialisasi sertifikasi dan kurikulum tahun 2013 di ruang Zambrud Kantor Bupati Siak, Rabu (7/1/15).

Begitu juga saat harus pindah dari Pekanbaru ke Siak, kata Bupati, dirinya berupaya mencari alasan yang dapat dimengerti anaknya. "Awalnya Riski tak mau pindah karena sudah kelas 3. Tapi karena saya khawatir jauh dari pengawasan orangtua, akhirnya dengan memberikan pemahaman, Riski mau juga pindah ke Siak," jelas Syamsuar.

"Ini saya ceritakan, agar semua kepala sekolah dapat memahami bagaimana mengatasi anak didiknya yang nakal. Jangan cepat-cepat ambil kebijakan yang merugikan hak anak. Itu melanggar aturan, karena hak anak dilindungi Negara," tegas Bupati.

Syamsuar kembali mengingatkan kepada semua guru dan kepala sekolah agar melakukan pendekatan persuasif dalam mengajar dan mendidik anak. Jika ada anak yang nakal di sekolah, tentu ada penyebabnya, jangan sampai kebijakan yang diambil dapat merugikan masa depan anak, sehingga melanggar haknya.

"Bisa saja anak broken home, orangtuanya bercerai. Atau karena orangtua sibuk, jadi anak kurang mendapat perhatian, ini harus dipahami guru dan kepala sekolah. Untuk itu setiap sekolah saya sarankan ada guru konseling," ujar Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan rencana Pemerintah Pusat membangun Madrasah Aliyah Insan Cendekia di Perawang. Bupati ingin, anak-anak Siak juga bisa sekolah di sana karena merupakan sekolah unggul.

"Setiap sekolah harus ada bimbingan belajarnya, semua biaya akan ditanggung Pemkab, sehingga nantinya ada anak Siak yang masuk sekolah unggul itu," tutup Bupati.(nal)