TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Kondisi listrik yang hanya hidup selama 8 jam di Tembilahan ternyata sangat berdampak bagi suplai air bersih oleh PDAM Tirta Indragiri, karena perusahaan air minum ini tidak dapat menghidupkan mesin saat kondisi listrik mati.

Diatasi dengan menggunakan ganset pun tidak dapat dilakukan oleh PDAM TI, karena besarnya dana yang harus dikeluarkan untuk membeli bensin tidak dapat disediakan oleh pihak PDAM.

Berdasarkan pengakuan Kabag Produksi dan Destribusi, Kamunni belum lama ini, tunggakan pelanggan saja sudah mencapai 12 Milyar.

Mendengar hal itu, Anggota Komisi III DPRD Inhil, M Sabit mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan PDAM Tirta Indragiri adalah dengan merahab totol seluruh unsur didalamnya.

''Dengan kondisi ini harus rehab total, manajemennya semuanya pokoknya,'' tukas M Sabit.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan jika berbicara soal profit, dengan kondisi saat ini, PDAM sudah tidak layak lagi beroperasi.

''Jika kita berbicara profit ini harus ditutup, tapi karena pelayanan mau tidak mau dengan kondisi seperti inipun harus tetap berjalan,'' tambahnya.

Mengingat menyediakan air bersih kepada masyarakat adalah tugas dari Pemerintah, maka dari itu, dikatakan Sabit, Pemerintah Kabupaten secepatnya harus bertindak untuk mengatasi permasalahan ini.

''Jika ingin tetap berjalan pelayanannya, segera lakukan perbaikan, jika tidak, ya tutup saja,'' cetus M Sabit.(ayu)