PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Olahraga tradisional berupa permainan Gasing, hampir menghilang di bumi Pelalawan. Padahal olahraga hemat ini merupakan salah satu tradisi turun menurun dari leluhur. Untuk terus membumikan permaian tradisonal itu, masyarakat Desa Bagan Laguh, Kecamatan Bunut, menggelar open turnamen Bagasing sejak Senin (1/4/2013). Acara yang sarat dengan nilai budaya ini dibuka oleh Ketua DPD PAN Pelalawan, Nazaruddin Arnazh, Senin (1/4/2013).

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa permainan gasing adalah salah satu olahraga tradisional orang melayu yang merupakan warisan dari leluhur. Namun setakad ini, tradisi ini sudah mulai kurang diminati oleh generasi melayu dan saat ini seolah nyaris terlupakan. Semestinya, sebagai anak melayu, olahraga tradisional permainan gasing ini sudah seharusnya mendapatkan perhatian penuh dari semua elemen dikabupaten Pelalawan.

"Olahraga tradisional Gasing ini merupakan bagian dari sejarah kehidupan nenek moyang kita, salah seorang pendiri republik ini "Bung Karno" mengatakan bahwa, jangan sekali-sekali kita meninggalkan sejarah," jelas Nazzar seraya mengutip slogan dari Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno.

Apalagi, sambungnya, olahraga tradisional permainan Gasing ini jelas jati diri olahraga tradisional orang melayu, merupakan bagian sejarah dari kehidupan melayu yang sudah sepatutnya menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikannya.

"Olahraga tradisional Permainan Gasing ini salah satu bentuk jati diri olahraga bagi orang melayu. Sebagai salah satu wadah dan corong yang menyuarakan aspirasi masyarakat, kami DPD PAN sangat respek sekaligus menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemuda dan masyarakat desa Bagan Laguh yang masih peduli dengan tradisi ini," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Fraksi PAN nanti di DPRD Pelalawan akan mengusulkan dan meminta kepada Pemda untuk mencurahkan perhatian serta pembinaan terhadap Permainan Gasing ini.

"Kita juga sampaikan harapan agar Pemda Pelalawan dapat membangun lapangan dan gelanggang Bagasing pertama di Pelalawan, yakni untuk di desa Bagan Laguh ini. Sehingga ke depan dengan adanya gelanggang Bagasing ini, Olahraga Tradisional Permainan Gasing eksistensinya dapat terjaga dan kembali bisa menjadi olahraga yang menjadi tuan di Negerinya sendiri," ujarnya.

Dikatakannya, bahwa yang perlu menjadi catatan adalah ternyata peminat Olahraga Tradisional Permainan Gasing ini masih banyak. Ini artinya menandakan bahwa selama ini barangkali perhatian dan pembinaan saja, yang tidak ada selama ini.

"Kita berharap Lembaga Adat yang merupakan domainnya, dapat bersama-sama menggugah perhatian Pemda Pelalawan, untuk mengalokasikan program kegiatan pembinaan Olahraga Gasing yang merupakan khas Melayu ini," tandasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Open Tournament 'Bagan Laguh Bagasing', Darwan Piliang menyampaikan, bahwa kegiatan Bagan Laguh Bagasing ini merupakan wujud kepedulian Pemuda dan masyarakat Desa Bagan Laguh terhadap Olahraga Tradisional dan budaya Melayu yang mulai memudar.

Darwan yang juga merupakan Bacaleg PAN dari Dapil Pelalawan II ini mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silahturahmi dan bentuk kecintaan terhadap budaya yang telah diwariskan nenek moyang kepada anak cucunya.

"Kegiatan Bagan Laguh Bagasing ini diikuti 65 Tim yang datang dari 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Bunut, Pelalawan, Pangkalan Kuras dan Bandar Petalangan," jelasnya.

Begitu juga, Kepala Desa Bagan Laguh Syafli berharap kiranya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Atas nama masyarakat Bagan Laguh, Kades mengucapkan terima kasih kepada Partai Amanat Nasional yang ikut menyuport terlaksananya kegiatan Bagan Laguh Bagasing itu. (ilm)